6 Fakta Unik Bek Anyar Juventus, Matthijs de Ligt

Matthijs de Ligt menjadi rekrutan ketujuh Juventus di bursa musim panas ini. Kehadirannya diharapkan kian mempertangguh lini belakang Bianconeri.

Diterbitkan 19 Juli 2019, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Raksasa Serie A Italia Juventus akhirnya mengumumkan secara resmi transfer Matthijs de Ligt dari Ajax Amsterdam. Bek sentral 19 tahun itu diboyong senilai 75 juta euro. Pemain asal Belanda itu juga diikat selama lima tahun.

Pekan lalu, De Ligt sudah menyepakati kesepakatan personal dengan Juventus yang akan membuatnya bergaji 12 juta euro per musim. Sejak Selasa (26/7/2019) sang bek berada di Turin untuk menjalani tes medis.

Juventus dan Ajax lantas mengonfirmasi kepindahan De Ligt melalui laman resminya pada Kamis (18/7) ini.

"De Ligt adalah Bianconero. Selamat datang, Matthijs!" tulis Juventus.

Matthijs de Ligt resmi Juventus juga merinci detail transfer De Ligt, yakni mahar senilai 75 juta euro yang bisa dicicil selama lima tahun dan biaya tambahan senilai 10,5 juta euro.

Peresmian ini sekaligus mengakhiri saga transfer De Ligt di musim panas ini. Semenjak sukses mengantar Ajax lolos ke semifinal Liga Champions musim lalu, sang pemain jadi gulali incaran banyak klub top Eropa.

Barcelona, Manchester United, dan Paris Saint-Germain, paling getol melakukan negosiasi. Namun, De Ligt memutuskan memilih Juventus.

De Ligt menjadi rekrutan ketujuh Bianconeri di musim panas ini setelah Adrien Rabiot, Aaron Ramsey, Gianluigi Buffon, Luca Pellegrini, Merih Demiral, dan Cristian Romero.

Kehadirannya diharapkan bisa membawa skuad Maurizio Sarri makin dominan di Serie A Italia hingga mengakhiri dahaga gelar Liga Champions.

Bola.com menyajikan fakta-fakta unik yang tak diketahui publik menyangkut Matthijs de Ligt. Simak cerita-ceritanya di bawah ini.

Punya Saudara Kembar

Matthijs de Ligt lahir pada 12 Agustus 1999, di Leiderdorp, Belanda. Ia lahir dari ayahnya, Frank de Ligt, dan ibu Vivian de Ligt dan tumbuh bersama dengan adik laki-lakinya yang bernama Wouter. Dia memegang kewarganegaraan Belanda. Zodiaknya adalah Leo. Ia juga memiliki saudara kembar bernama Fleur dan Wouter. Agamanya Kristen.

 

Awalnya Bermain Tenis

Pada usia lima tahun, ia mulai menggeluti tenis dengan cita-cita tinggi ingin jadi petenis profesional. Dia diperkenalkan ke sepak bola oleh temannya. Segera terpesona olehnya, ia tekun memoles skillnya untuk kemudian memulai petualangan di klub junior FC Abcoude.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pada usia sembilan tahun, ia bergabung ke Akademi Ajax Amstedam, bermain untuk tim kedua U-11. Di masa-masa awal kariernya, Matthijs bermain sebagai gelandang. Gol pertamanya datang ketika ia bermain untuk tim kedua U-15. Potensi Matthijs sebagai pemain bertahan diperhatikan oleh pelatihnya yang kemudian menjadikannya sebagai bek tengah. Bakatnya mulai jadi pusat perhatian datang pada 2015 saat bermain di Piala Masa Depan (turnamen belia populer di Belanda). Meskipun Ajax gagal juara di turnamen itu, Matthijs didapuk sebagai pemain terbaik. Di tahun yang sama ia juga meraih penghargaan serupa di Copa Amsterdam. Setelah dianugerahi AFC Ajax Talent of the Future pada 2016, karier Matthijs melesat. Pada bulan Agustus, Matthijs melakukan debut profesionalnya untuk Jong Ajax dalam pertandingan melawan FC Emmen.

Halaman
Show All
Ario Yosia, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan