Tim U-23 Arung Jeram Putri Indonesia Rebut Juara Dunia di Australia

Tim U-23 arung jeram putri Indonesia meraih juara di IRF R6 World Rafting Championships 2019 di Australia.

Diterbitkan 23 Mei 2019, 22:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tim Putra

Tim U-19 Men Indonesia, juga telah berhasil memperoleh posisi kedua dunia dengan skor 887 terpaut 85 poin di bawah tuan rumah, tim Australia yang berhasil mencapai skor 972. Pada nomor Sprint dan Down River Race atau pengarungan jarak panjang, walau dengan tubuh jauh lebih kecil dari lawan-lawannya, tim ini telah mampu bertarung lebih baik dari pesaing kuatnya Republik Ceko.

Posisi tim pada nomor Down River inilah yang akhirnya membawa tim pada peringkat II dunia. Absennya tim Turki yang pada WRC 2017 menduduki peringkat pertama pada semua mata lomba di divisi U19 Men juga turut mengangkat prestasi tim yang berlaga di nomor ini.

"Secara teknik tim bersaing secara merata, namun tim tertinggal di penguasaan medan serta mengalami kendala di peralatan yang digunakan," ujar pelatih tim, Wawan Purwana.

Menurutnya latihan tim belum maksimal, sebelum latihan mereka pergi ke sekolah hingga sore hari dan harus naik motor ke lokasi latihan sejauh 40km dari Cianjur ke Sungai Citarum. Sehingga latihan baru dapat dimulai menjelang magrib. Sebagai pelatih “Kang Wawan” begitu julukannya sebenarnya mentargetkan untuk mendapat 2 emas, namun target ini belum dapat dicapai.

Di luar tim muda tersebut, Tim Open Men Indonesia masih harus mengakui keunggulan para legendaris di dunia arung jeram, seperti tim dari Brazil, tim yang selama 4x kejuaraan R6 terakhir menjadi juara dunia, yaitu pada 2011, 2013, 2015 dan 2017. Tim Indonesia pada akhirnya berada di urutan ke 8 di bawah Brazil, Russia, New Zealand, Japan, Republik Ceko, China dan German.

Tim China yang merupakan pendatang baru, pada nomor Head to Head dan Slalom tiba-tiba melejit ke nomor 1 dan 3, sementara di nomor Sprint dan Down River berada di urutan ke 13. Indonesia mencatat prestasi terbaiknya pada kelas ini ketika menjadi tuan rumah pada WRC 2015, yaitu peringkat ke-2 dunia.

Komentar PB FAJI

Ketua Umum PB FAJI, Amalia Yunita mengaku cukup mengapresiasi perjuangan tim yang berlomba di lomba Arung Jerman dunia ini. Dia bahkan menjadi Official Judge dan turut menyaksikan keberhasilan tim di lokasi lomba.

"Saya sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam perjuangan ini, terutama kepada atlet, pelatih, manager dan juga rekan-rekan pengurus di pusat dan daerah yang telah bekerja keras bahu-membahu tanpa pamrih untuk dapat mendukung tim. Tim telah berjuang secara luar biasa di luar kemampuan mereka. Kemenangan mereka adalah karena mereka memiliki mental baja dan sangat antusias untuk mengibarkan Merah Putih di negara Kangguru ini," ujarnya.

Sementara itu Ketua Bidang Bina Prestasi, Wien Soeharjo menuturkan, “Kami menyadari persaingan di kelas Open sangatlah berat. Untuk menembus angka 8 besar di kelas ini pun sudah prestasi yang luar biasa. Karena itu PB FAJI memilih memfokuskan dukungan pada tim U23 dan U19, dimana peluang untuk mendulang medali masih dimungkinkan”. Kelas U23 dan U19 baru mulai digelar pada tahun 2011 dan saat ini menjadi incaran.

IRF World Rafting Championship (WRC) adalah kejuraan dunia arung jeram yang digelar oleh International Rafting Federation (IRF) dalam kelas R6 dengan 6 orang pendayung dan R4 dengan 4 orang pendayung secara berseling setiap tahunnya. Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada IRF WRC 2015 dan mendulang 24 medali, dimana 3 diantaranya adalah medali emas.

Terdapat 4 nomor yang dilombakan pada kejuaraan ini, yaitu Sprint, H2H, Slalom dan Down River Race. Masing-masing nomor memiliki skor yang berbeda, dan pada akhir lomba skor tersebut dijumlahkan untuk mendapat peringkat. Keunggulan menjadi tuan rumah adalah penguasaan jalur terutama jalur pengarungan jarak panjang atau Down River Race.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan