Liliyana Natsir dan Puncak Pencapaiannya di Olimpiade 2016 Rio

Sepanjang kariernya, Liliyana Natsir telah berkiprah di tiga edisi olimpiade, yaitu 2008, 2012, dan 2016.

Diterbitkan 27 Januari 2019, 18:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Saya lega, bangga, senang. Karena Indonesia biasanya tradisi emas, tapi di Olimpiade London 2012 kami berutang bawa medali. Sekarang langsung kami bayar utangnya. Senang sekali,” kata Liliyana.

“Saya tidak bisa berkata-kata. Luar biasa rasanya. Ini saya persembahkan untuk hari kemerdekaan Republik Indonesia,” timpal Tontowi.

Liliyana merasa punya utang karena empat tahun sebelumnya gagal membawa pulang medali dari Olimpiade London 2012. Utang tersebut telah dibayar lunas.

B

agi Liliyana, medali emas Olimpiade merupakan momen terindah sepanjang perjalanan kariernya. "Kalau momen indah ada beberapa, tapi kalau tertinggi ya Olimpiade 2016. Semua atlet pasti memiliki cita-cita menjadi juara Olimpiade," ujar Liliyana.

Juara Tanpa Cela

Perjalanan Tontowi/Liliyana menuju emas Olimpiade juga hampir sempurna. Tontowi/Liliyana layak diberi label juara tanpa cela. Mereka meraih medali emas tanpa kehilangan satu gim pun.

Perjalanan Tontowi/Liliyana di Olimpiade Rio dimulai dengan pertandingan melawan pasangan Australia, Robin Middleton/Leanne Choo, pada penyisihan grup C. Unggul secara kualitas, Tontowi/Liliyana menang dua gim langsung 21-7 dan 21-8.

Mereka memastikan tiket ke perempat final setelah mengalahkan pasangan Thailand, Bodin Issara/Savitree Amitrapai, pada laga kedua grup C. Mereka juga menang dua gim langsung 21-13 dan 21-19.

Meski laga ketiga tak lagi menentukan, Tontowi/Liliyana tetap ngotot saat menghadapi Chan/Goh. Ganda campuran terbaik Merah Putih tersebut tak kesulitan untuk menang 21-15 dan 21-11 atas pasangan Malaysia tersebut.

Pada babak perempat final, Tontowi/Liliyana berhadapan dengan kompatriot mereka, Praveen Jordan/Debby Susanto. Lagi-lagi, langkah juara Prancis Open 2014 itu tak terbendung. Mereka kembali menang dua gim dengan skor 21-16 dan 21-11.

Lawan berat harus dihadapi Tontowi/Liliyana pada semifinal. Mereka harus berhadapan dengan ganda campuran nomor satu dunia, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Namun, pasangan Indonesia itu mampu membuat kejutan dengan merebut tiket ke final. Ganda campuran China itu dibungkam dengan skor 21-16 dan 21-15.

Pada partai puncak, Tontowi/Liliyana kembali bertemu Chan/Goh, lawan yang mereka kalahkan pada babak penyisihan grup. Seperti yang bisa diprediksi, Tontowi/Liliyana tanpa kesulitan menang dua gim langsung 21-14 dan 21-12.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Rizki Hidayat, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan