Sukses

BERITA TERKINIPARA MENTERI JOKOWI-MA'RUF DI KABINET INDONESIA MAJU

Cedera Parah, Rafinha Akhiri Musim Lebih Cepat di Barcelona

Liputan6.com, Barcelona - Kabar buruk bagi Barcelona. Gelandang mereka Rafinha dipastikan harus mengakhiri musim lebih cepat usai mengalami retak di ligamen lutut kiri.

Cedera ini didapatkan gelandang asal Brasil itu saat membela Barcelona melawan Atletico Madrid akhir pekan kemarin.

Rafinha sebenarnya tampil sebagai pemain cadangan saat Barcelona imbang 1-1 melawan Atletico Madrid. Dia baru main di babak kedua menggantikan Sergi Roberto.

Seperti dilansir Marca, Rafinha akan menjalani operasi dalam waktu dekat. Diperkirakan, dia harus absen selama 6 bulan.

Ini menjadi kabar buruk bagi Barcelona yang masih berjuang di banyak turnamen. Selain Rafinha, bek kanan Sergi Roberto pun harus absen untuk beberapa lama.

 

2 dari 3 halaman

Tak Terasa

Awalnya, Rafinha memang terlihat tidak mengalami masalah saat menggantikan Sergi Roberto di babak kedua. Namun setelah itu, dia mulai merasakan ada masalah.

Rafinha terlihat ingin diganti karena sering melihat ke arah bangku cadangan. Namun Rafinha memutuskan untuk terus bermain hingga duel berakhir sehingga cederanya tambah parah.

Ini cedera parah kedua yang dialami Rafinha sepanjang kariernya. Pada 2015 lalu, dia juga harus absen selama 202 hari karena cedera ligamen pada lutut kanan.

3 dari 3 halaman

Cedera Sergi Roberto

Jika Rafinha diprediksi akan absen lama, maka Roberto divonis harus absen selama tiga sampai empat pekan. Ini merupakan cedera kedua yang didapat Roberto musim ini.

Roberto diprediksi harus menepi dalam tujuh partai, yakni melawan PSV Eindhoven, Villarreal, Cultural Leonesa, Espanyol, Tottenham, Levante, dan Celta Vigo.

Pemain yang bisa berposisi sebagai gelandang tengah dan bek kanan itu dipinjamkan sudah akan kembali ke skuat sebelum Natal mendatang.

Loading
Artikel Selanjutnya
Rekor Baru Lionel Messi di Liga Champions: Selalu Cetak Gol 15 Musim Beruntun
Artikel Selanjutnya
Liga Champions: Barcelona Libas Slavia Praha, Inter Tundukkan Dortmund