Guardiola Puji Bernardo Silva Setinggi Langit

Bernardo Silva jadi bintang lapangan saat Manchester City bungkam Chelsea.

Diterbitkan 06 Agustus 2018, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola melontarkan pujian selangit terhadap penampilan Bernardo Silva saat timnya mengalahkan Chelsea 2-0 di Community Shield, Minggu (5/8) malam WIB.

Dia meyakini Silva akan jadi langganan pemain inti musim mendatang. Guardiola menilai Silva masih bisa berkembang sebagai pemain.

Penggawang Timnas Portugal ini memang tampil apik di lini tengah. Karena tak ada Kevin De Bruyne dan David Silva, Pep memercayai Bernardo Silva untuk menjadi pengatur serangan Manchester City.

Terbukti, Silva dapat dikatakan sebagai pemain yang paling bersinar di laga tersebut. Dia juga berperan membantu gol kedua Sergio Aguero yang membenamkan perlawanan Chelsea.

Guardiola tak segan menyampaikan pujian langsung pada Bernardo Silva. Dia menyebut performa Silva sebagai sebuah mahakarya. Guardiola juga meyakini setiap pemain Man City memiliki peluang yang sama menembus skuat utama.

Mahakarya

"Performa Bernardo Silva adalah mahakarya. Semua orang tahu para penyerang sayap kami ingin bersaing. Saat ini ada Bernardo dan 10 pemain lainnya," kata Guardiola di fourfourtwo.

"Namun dalam 11 bulan ke depan segalanya tergantung pada performa yang mereka tampilkan pada saya di lapangan. Bernardo lebih baik dari pada pemain lainnya, jadi karena itulah saat ini dia bermain."

Lebih lanjut, Guardiola memuji Bernardo Silva sebagai pemain yang cerdas. Baginya penampilan Bernardo Silva semakin menonjol karena selain cerdas dia juga seorang pejuang di lapangan.

Cerdas

"Dia sangat cerdas, dia pintar. Dia adalah pejuang, seorang kompetitor. Saya pikir dia adalah orang yang paling dicintai di tim kami sekarang dan dia menunjukkan banyak hal pada saya."

"Dia kembali lebih cepat dan hal itu menunjukkan lagi hal-hal lainnya dan salah satu alasan kami menang hari ini (vs Chelsea). Itu adalah salah satu dari banyak alasan. Salah satu alasannya adalah Bernardo," tuturnya.

Sumber: Bola.net

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Spanyol Bidik Rekor Jerman, Argentina Hindari Tragedi 1990 dan 2014

Liputan6.com, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan