Sukses

3 Pemain yang Berpotensi Susul Egy Maulana Vikri Berkarier di Eropa

Liputan6.com, Jakarta - Kepindahan Egy Maulana Vikri ke Eropa menguntungkan Indonesia. Pemuda berusia 17 tahun itu bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdansk.

Keadaan ini tentu membuka jalan pemain muda Indonesia untuk mengikuti jejak Egy. Pasalnya, Indonesia memiliki banyak bibit muda nan potensial.

Keberhasilan Timnas Indonesia U-16 keluar sebagai juara turnamen Jenesys di Jepang menjadi salah satu contoh banyaknya pemuda berbakat di Tanah Air. Indonesia gudangnya pemain muda menjanjikan.

Kini, bukan Egy Maulana saja pemuda Indonesia yang mampu bermain di Eropa. Ezra Walian juga tengah menikmati kariernya di Almere City, kontestan kasta kedua Liga Belanda.

Di Spanyol, ada dua dari sekian nama pemuda Indonesia yang sedang berjuang menimba ilmu sepak bola. Syukran Arabia Samual dan Andrian Rusdianto mendapatkan beasiswa selama tiga tahun di Akademi Navalcarnero.

Belum lagi Dallen Ramadhan Rovani Doke, yang membela klub divisi lima Liga Spanyol, C.F Racing D'Algemesi-Mecavenida. Bahkan di awal tahun ini, bek berusia 20 tahun itu berhasil mencetak gol perdananya.

Liputan6.com mencoba sajikan tiga pemuda Indonesia yang dapat mengikuti jejak Egy Maulana Vikri berkiprah di Eropa. Berikut rangkumannya:

1 dari 4 halaman

Rendy Juliansyah

Rendy Juliansyah merupakan personil tetap Timnas Indonesia U-16. Di turnamen Jenesys, pemuda berusia 15 tahun ini menjadi pahlawan bagi timnya di babak final melawan Vietnam U-16.

Sejak tahun lalu, Rendy erat dikaitkan dengan kepindahan ke luar negeri. Pengidola Persija Jakarta ini dikabarkan bakal menimba ilmu di Belanda atau Jepang.

Bahkan di awal tahun ini, Rendy dikabarkan bakal hijrah ke Negeri Sakura untuk belajar sepak bola di SSB Aomori Yamada yang merupakan sekolah sepak bola terbaik di Jepang. Bukti kesahihan mereka ialah berhasil menjuarai All Japan High School Tournament 2017. Tak hanya menimba ilmu sepak bola, Rendy juga akan bersekolah di sana.

Tapi, Rendy harus menunjukkan permainan konsisten di Timnas Indonesia U-16. Terkadang, ia masih diplot sebagai supersub oleh pelatih Fakhri Husaini.

2 dari 4 halaman

Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu membuat keputusan mengejutkan untuk meninggalkan Spanyol dan bergabung dengan Persija Jakarta U-19 pada musim lalu. Padahal, pemuda berusia 18 tahun ini tengah meniti karier bersama Royal European Football Academy (REFA) di Valencia.

Abi bertolak ke Spanyol setelah SSB Jaya Mandiri, Bogor, bekerja sama dengan Jakarta Football Academy (JFA). Jalinan kemitraan ini membuatnya menapaki sepak bola Eropa bersama rekan setimnya di Sriwijaya FC, Samuel Christianson.

Titah Abi sebagai pemain muda menjanjikan tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Personil Timnas Indonesia U-19 ini bahkan pernah dikabarkan mendapatkan tawaran masuk akademi Manchester City. Tetapi, terkendala perizinan yang ketat di Inggris.

Di usia yang masih hijau, Sriwijaya FC terus mengandalkan Abi sebagai gelandang pengatur permainan bersama Adam Alis dan Makan Konate. Ia bahkan tercatat sebagai pemain termuda yang mencetak gol di Piala Presiden 2018 pada usia 19 tahun, 5 bulan, dan 22 hari.

Abi memiliki kans besar untuk kembali bermain di Eropa. Asalkan ia mampu konsisten mempertahankan tempat utama, bukan tidak mungkin bermain di Benua Biru merupakan pilihan yang tepat untuknya.

3 dari 4 halaman

Witan Sulaiman

Witan Sulaiman merupakan pemain muda lainnya yang berpotensi bermain di Eropa. Tapi, kecemerlangannya bersama Timnas Indonesia U-19 selalu berada di bawah-bawah bayang Egy Maulana Vikri.

Witan kerap kali disebut-sebut sebagai salah satu dari dua pemain muda Indonesia yang pantas berkarier di Benua Biru selain Egy. Tapi, Witan masih harus membuktikan kualitasnya sebagai gelandang kelas wahid di Indonesia,

Meski begitu, jalan Witan sebagai pesepak bola masih panjang. Pasalnya, usianya masih terlalu muda untuk berkarier di dunia profesional. Witan masih berumur 16 tahun.

Agen yang membawa Egy ke Polandia, Dusan Bogdanovic diklaim pernah tertarik membawa Witan ke Eropa. Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga (Kemenpora), Raden Isnanta, berujar bahwa sang pemain memiliki kualitas untuk mewujudkannya.

"Nama lain yang akan dipromosikan adalah Witan Sulaiman. Dia (Witan) memang belum terpantau klub-klub Eropa tetapi Mr. Dusan sangat tertarik dengan potensinya," kata Isnanta.

Artikel Selanjutnya
Gabung Lechia Gdansk, Egy Maulana Berpotensi Dipantau Pemandu Bakat Eropa
Artikel Selanjutnya
Indra Sjafri Berhadap Efek Domino Kepindahan Egy Maulana ke Polandia