Sukses

MotoGP: Zarco Kenang Awal Kariernya di Dunia Balap Motor

Liputan6.com, Paris - Sensasi yang ditunjukkan Johann Zarco di MotoGP pada musim lalu membuat namanya makin melambung. Popularitasnya di kelas utama bahkan membuat sejumlah pembalap ketar-ketir.

Sejak bergabung dengan Yamaha Tech 3, nama Zarco sempat dikesampingkan dari daftar pesaing perburuan gelar juara dunia MotoGP. Seiring waktu, pembalap asal Prancis itu sukses membungkam para pengkritik dengan capaian positifnya di lintasan balap.

Zarco pun finis di tempat keenam pada klasemen akhir MotoGP dengan raihan 174 poin. Total, juara dunia Moto2 itu sudah mengoleksi 15 kemenangan dalam dua tahun dan menempatkannya sebagai pembalap pertama yang melakukan lompatan dari Red Bull Rookies Cup ke kelas MotoGP.

Hasil positif itu yang mengantarkannya merebut penghargaan sebagai pembalap muda terbaik MotoGP musim lalu.

1 dari 3 halaman

Pasang Surut

Tetapi, tahukah bahwa sebelum Zarco mulai mendapatkan popularitas di kelas utama, dia sempat mengalami pasang surut?"Pada 2007 adalah musim pertama dari rookie cup. Itu adalah seri balapan yang fantastis. Tapi tidak ada dasar untuk promosi lebih lanjut di kelas utama, tidak ada rencana untuk masa depan saya. Pilihannya terdiri dari keikutsertaan dalam kejuaraan CEV 125cc Spanyol," kata Zarco seperti dikutip dari Speedweek, Minggu (11/3/2018).

"Itu adalah kesempatan bagus tampil bersama Red Bull dan KTM yang mengizinkan saya tampil di kelas 125cc. Hari ini terlihat berbeda. Dalam beberapa tahun terakhir, rookies terbaik selalu datang langsung ke Kejuaraan Dunia Moto3. Ini adalah cara yang sulit tapi menarik. Hari ini, setelah memenangkan Piala Rookies, Anda dapat memiliki harapan yang sah untuk sebuah tempat di tim Red Bull Ajo. Anda kemudian langsung terhubung ke pabrik KTM."

2 dari 3 halaman

Gabor Talmacsi

Satu-satunya orang yang meyakinkan Zarco bahwa dia pantas berada di kelas utama yakni Gabor Talmacsi. Dia merupakan pelatih yang ditemuinya di Hungaria.

Dalam pertemuan yang singkat itu, Zarco mendapat masukan dari Talmacsi dan dia menemukan tim yang cocok untuk dirinya. Masalah finansial yang sempat menghambat karier pembalap berusia 27 tahun itu berhasil didukung oleh pelatihnya tersebut.

"Awalnya memang sulit. Pada tahap ini, pelatih saya telah menjadi manajer saya. Kami telah menemukan sponsor dan membayar jumlah yang disepakati selangkah demi selangkah. Tapi kelas utama memang sulit bagi saya sejak awal. Dia telah menghabiskan banyak uang," kenang Zarco.

Sekarang jerih payahnya terbayar lunas dan Zarco berhasil membuka mata dunia bahwa gelaran MotoGP tidak hanya mengenal segelintir pembalap saja. Masih ada joki lain yang mempunyai potensi untuk bersinar di dunia balap motor bergengsi ini.

(David Permana)

Artikel Selanjutnya
MotoGP: Morbidelli Baru Sadar Kenapa Marquez Sering Kecelakaan
Artikel Selanjutnya
Bos Ducati Ikut Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP