5 Blunder Transfer Terbesar yang Dilakukan Guardiola

Guardiola memang ahli meracik strategi, tapi sering blunder dalam memilih pemain.

Diterbitkan 25 Februari 2018, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pep Guardiola bisa disebut sebagai pelatih tersukses di Eropa saat ini. Banyak kesuksesan yang dibuatnya untuk timnya, tapi ternyata dia tak sesempurna itu dalam membaca potensi pemain.

Di balik kesuksesannya meraih 22 trofi sepanjang karier kepelatihan, Guardiola ternyata sering lakukan blunder transfer. Keirrison menjadi contoh nyata.

Keirrison datang ke Barcelona pada musim panas 2009 dari Palmeiras dengan mahar 14 juta pounds. Tak lama setelah tiba, Keirrison justru dipinjamkan ke Benfica.

Setelah selesai, si pemain kembali membuat empat masa pinjaman sebelum akhirnya dibuang oleh klub tanpa sekalipun tampil. Jelas ada pertanyaaan bagaimana bisa Guardiola mau mendatangkan pemain Brasil yang tak terkenal itu tanpa dicoba semenit-pun di Barca.

Nah, selain Keirrison, ada lima contoh blunder transfer terbesar Guardiola. Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:

 

 

 

 

 

5. Jose Manuel Pinto

Pinto sudah berada di klub sebagai pinjaman saat Guardiola mengambil alih. Namun manajer tersebut memutuskan untuk membuat kesepakatan permanen, dan memercayainya setelah tampil selama satu dekade di Celta Vigo.

Kiper Spanyol itu bertugas memback-up kiper pilihan pertama Victor Valdes. Namun, Pinto hampir tidak bisa menantang Valdes untuk kiper utama.

Dia melakukan kesalahan demi kesalahan. Hal-hal menjadi semakin buruk ketika penggemar lawan mulai mengejeknya karena sejumlah kesalahan yang menghebohkan. Mantan pemain Barca ini pensiun dari sepak bola pada 2014 dan beralih profesi jadi rapper dengan nama 'Pinto Wahin'.

4. Claudio Bravo

Bravo menandatangani kontrak dengan Manchester City atas saran Pep Guardiola dari Barcelona pada musim panas 2016 dengan bayaran 17 juta poundsterling. Namun keadaan dengan cepat berubah menjadi burik bagi kiper Cile tersebut karena melakukan kesalahan dalam permainan melawan Manchester United dalam kemenangan 2-1.

Bravo kemudian diusir wasit saat kembali ke Nou Camp dalam pertandingan Liga Champions saat menepis bola di luar area penalti. Hal itu mengakibatkan City kalah 0-4 dari Barca.

Ia menyelesaikan musim dengan rasio penyelamatan cuma 54,1%. Itu adalah catatan terendah diantara semua kiper di Premier League.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Fabregas adalah produk dari La Masia (akademi pemuda Barcelona) namun cabut ke Arsenal pada tahun 2003. Pada 2011, Guardiola memutuskan bahwa sudah waktunya untuk Cesc mudik dan buat klub menghabiskan € 29 juta untuk mengontraknya. Hal-hal tampak bagus pada awalnya tapi kemudian kenyataan jadi buruk saat Fabregas harus bersaing dengan sejumlah pemain kelas dunia untuk mendapatkan tempat di starting eleven. Lionel Messi antara lain adalah starter pilihan pertama Pep yang menyebabkan waktu bermain terbatas untuk Fabregas. Setelah tiga musim yang kurang mengesankan, ia meninggalkan Catalunya untuk kembali ke Premier League bersama raksasa London, Chelsea. Di sana, dia justru kembali mengilap dengan meraih dua gelar Liga Inggris.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan