Sukses

3 Klub Serie A yang Paling Menderita Akibat Gol Bunuh Diri

Liputan6.com, Roma - Kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma menjadi kambing hitam kegagalan timnya meraih kemenangan saat menghadapi Udinese dalam lanjutan Serie A pekan ke-23, Minggu lalu (4/2/2018). Gol bunuh dirinya membuat Udinese menyamakan kedudukan menjadi 1-1 yang bertahan hingga akhir laga.

Sejak menembus tim senior AC Milan di musim 2014/2015, dan menjadi kiper utama di musim 2015/2016, dalam total 105 penampilan, itu adalah gol bunuh diri pertama yang dicatatkan Donnarumma. Sementara bagi I Rossoneri, gol bunuh diri itu merupakan yang pertama mereka telan musim ini.

Secara keseluruhan, sudah 22 gol bunuh tercipta di Serie A musim ini. Dari 20 klub yang berkompetisi, 12 di antaranya sudah pernah merasakannya. Yang belum yakni Napoli, AS Roma, Sampdoria, Atalanta, Torino, Fiorentina, Cagliari, dan Crotone.

Dari 12 klub tersebut, ada tiga klub yang pemainnya paling banyak bunuh diri. Meskipun tak sengaja, tetap saja gol bunuh diri akan merugikan bagi tim yang bersangkutan.

Berikut tiga klub Serie A paling sering menderita akibat gol bunuh diri musim ini.

 

 

 

 

 

 

 

1 dari 4 halaman

1. Udinese (4)

Udinese Vs AC Milan (AP/Alberto Lancia)

 Udinese memang diuntungkan oleh gol bunuh diri Gianluigi Donnarumma saat menjamu AC Milan hari Minggu lalu. Berkat gol bunuh diri kiper 18 tahun itu, skuat asuhan Massimo Oddo bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 yang bertahan hingga laga usai.

Akan tetapi, Udinese masih lebih sering merasakan pahit ketimbang manis akibat gol bunuh diri. Ya, sudah empat kali gawang mereka robek musim ini akibat gol pemainnya ke gawang sendiri.

Samir, bek 23 tahun asal Brasil itu, sudah dua kali melakukannya dalam 17 penampilan. Yang pertama ketika Udinese dibantai Juventus 2-6 di Stadion Friulli pada giornata ke-9, 22 Oktober 2017. Sedangkan yang kedua, terjadi di Stadion Olimpico ketika Il Zebrette dihajar Lazio 0-3, 24 Januari lalu.

Dua penyumbang lainnya adalah Emil Hallfredsson dan Danilo. Hallfredsson, gelandang asal Islandia berusia 33 tahun itu menyarangkan bola ke gawang timnya sendiri ketika Udinese bertanding melawan Torino (kalah 2-3), di pekan kelima, 20 September 2017.

Sementara Danilo, sang kapten tim, bunuh diri saat Udinese menghadapi Bologna di pekan 19, 30 Desember 2017. Beruntung, Udinese tetap mampu memenangkan laga tersebut dengan skor 2-1.

2 dari 4 halaman

2. Chievo (4)

Pemain Chievo Verona, Fabio Depaoli  mengamati pemain Inter Milan, Iglesias Borja Valero mengendalikan bola pada laga ke-15 Serie A, di Stadion San Siro, Minggu (3/12). Inter menggilas tamu mereka dengan lima gol tanpa balas. (AP/Antonio Calanni)

 Selain Udinese, klub yang sering dibantai musim ini, Chievo Verona juga sudah empat kali kebobolan oleh gol pemainnya sendiri. Pelaku utamanya adalah Bostjan Cesar.

Cesar sejatinya jarang dimainkan musim ini. Bek asal Slovenia itu cuma ban serep bagi lini belakang Chievo, dan baru delapan kali diturunkan sejauh ini. Namun dalam kesempatan yang minim itu, ia sudah dua kali melahirkan gol bunuh diri. Yang pertama saat timnya dibungkam AC Milan 1-4 di pekan 10, 25 Oktober 2017. Dan yang kedua ketika bertanding melawan SPAL, 25 November 2017. Khusus di laga kontra SPAL, Cesar didaulat sebagai kapten dan Chievo akhirnya menang 2-1.

Selain Cesar, dua pelaku lainnya adalah gelandang Perparim Hetemaj dan bek pinjaman dari Fiorentina, Nenad Tomovic.

Untuk Hetemaj, gol bunuh dirinya terjadi ketika Chievo bertanding melawan Juventus di pekan ketiga, 9 September 2017. Chievo pun kalah 0-3. Sedangkan Tomovic merobek gawang timnya sendiri saat bersua Udinese (skor 1-1), 5 Januari lalu.

3 dari 4 halaman

3. SPAL (3)

Gelandang AC Milan, Ricardo Rodriguez, melakukan tendangan penalti ke gawang SPAL pada laga Serie A Italia di Stadion San Siro, Rabu (20/9/2017). AC Milan menang 2-0 atas SPAL. (AP/Antonio Calanni)

 Klub yang baru promosi ke Serie A, SPAL sudah tiga kali mengalami kerugian akibat gol bunuh diri. Ketiganya diciptakan oleh bek tengah. Mereka adalah Thiago Cionek, Michele Cremonesi, dan Bartosz Salamon.

Untuk Cionek, yang baru dimainkan tiga kali musim ini, membuat gol bunuh diri ketika SPAL bertanding melawan Inter Milan, 28 Januari lalu. Untungnya, SPAL terhindar dari kekalahan berkat gol Alberto Paloschi di menit-menit akhir laga. Skor 1-1 menutup pertandingan tersebut.

Cremonesi, yang nasibnya tak beda jauh dari Cionek karena baru lima kali tampil musim ini, menyarangkan bola ke gawangnya sendiri ketika melawat Benevento, 17 Desember 2017 lalu. Namun, SPAL mampu membalikkan skor menjadi 2-1 lewat dua gol Sergio Floccari, di mana skor bertahan hingga laga usai.

Sedangkan Salamon, bek asal Polandia itu, melakukan kesilapan ketika bentrok dengan Bologna, 15 Oktober 2017. SPAL pun kalah 1-2 dalam pertandingan tersebut. (Abul Muamar)

Artikel Selanjutnya
Prediksi Lazio Vs Inter Milan: Laga Hidup-Mati Demi Liga Champions
Artikel Selanjutnya
Prediksi AC Milan Vs Fiorentina: Demi Peringkat Enam