Terpuruk di ABL, CLS Dapat Dukungan dari Eks Pelatih Satria Muda

CLS terpuruk di posisi delapan klasemen ABL 2017-2018.

OlehThomas
Diterbitkan 17 Januari 2018, 22:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Jabatan pelatih memang rentan dengan isu pemecatan dan tekanan. Istilahnya ready for hire and ready for fired. Tapi semua balik lagi ke visi dan misi tim itu sendiri dan hubungan antara pelatih dengan manajemen serta tim owner. Kalau semuanya saling memahami dan memback up, pemecatan akan menjadi hal yang paling terakhir untuk mereka putuskan. Contoh di NBA, Greg Popovich (San Antonio Spurs) dan Rick Carlisle (Dallas Mavericks), mereka tidak selalu berhasil jadi juara malah kadang gagal masuk playoffs, tapi jabatan pelatih masih tetap mereka pegang," ujar Wiwin.

"Kepercayaan manajemen dan owner sudah sangat tinggi untuk mereka, terlebih keduanya sempat memberikan gelar juara untuk timnya. Tapi resiko pemecatan dan tekanan sudah menjadi part of the job. Dan saya yakin semua pelatih sudah paham dengan hal ini, “ papar Wiwin yang juga pernah merasakan tekanan serupa saat ia menukangi tim Satria Muda dan juga Indonesia Warriors beberapa tahun yang lalu."

Apresiasi

Tidak lupa ia memberikan apresiasi kepada manajemen CLS Knights, khususnya untuk fans mereka yang selalu memberikan dukungan langsung kepada timnya, meski saat ini CLS Knights masih berada dalam pusaran dasar klasemen ABL.

“Saya salut dan respek kepada manjemen CLS Knights yang saya anggap sebagai salah satu yang terbaik. Juga untuk fans mereka yang sangat luar biasa dan fanatik. Hampir setiap pertandingan kandang GOR Kertajaya full house dan itu jarang terjadi di kompetisi basket lokal kita,” pungkas suami dari Anak Agung Aditiya Yogiswari, yang kini sudah menetap di Bali dan berkeinginan memajukan olahraga di Pulau Dewata.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan