5 Pesepak Bola Kakak Beradik yang Berbeda Timnas

Pesepak bola kakak beradik ini pilih berbeda dalam membela timnas, siapa saja mereka?

Diterbitkan 25 Oktober 2017, 08:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tak selamanya, kakak-beradik satu tujuan dan satu pilihan. Buktinya ada lima contoh yang justru membela timnas yang berbeda dalam ajang internasional.

Ada banyak kakak-beradik yang mewakili negara sama. Contoh saja Gary dan Phil Neville, Brian dan Micheal Laudrup dan Frank dan Ronald De Boer dan yang lebih baru adalah Eden dan Thorgan Hazard.

Tapi ada pula yang berbeda pilihan dalam hal membela timnas. Mereka yang memilih negara berbeda dilatari berbagai alasan, seperti kriteria FIFA, bakat atau hanya pada masalah keterikatan pada suatu negara.

Salah satu contoh yang bisa diangkat yaitu Kevin Prince Boateng yang membela Ghana dan juga Jerome Boateng yang membela timnas Jerman. Saat kedua negara berjumpa, kedua pemain akan bermain profesional layaknya pemain-pemain lain.

Nah, siapa saja yang berbeda itu selain dua Boateng bersaudara? Berikut daftarnya seperti dikutip Sportskeeda:

Saksikan juga video pilihan di bawah ini:

 

 

 

 

 

 

5. Granit Xhaka (Swiss) dan Taulant Xhaka (Albania)

Ketika Swiss menghadapi Albania di Euro 2016, Granit bermain melawan saudaranya Taulant. Uniknya, sang ibu mengawasi dari bangku penonton.

Granit Xhaka memulai kariernya di Swiss dan mewakili timnas di sana sejak usia muda. Dia bermain untuk FC Basel sebelum pindah ke Borussia Monchengladbach di Jerman selama empat tahun dan menjadi terkenal. Penapilannya di Gladbach membuatnya pindah ke Arsenal pada 2016.

Sejatinya, Granit dilaporkan ingin bermain untuk negara asal Albania. Namun akhirnya dia melakukan debut untuk Swiss setelah Albania tidak memberinya panggilan.

Dia telah memiliki caps untuk timnas Swiss sebanyak 55 kali. Dia bahkan mengeluh kepada media tentang perlakuan buruk PSSI-nya Albania yang kepadanya.

Taulant Xhaka sendiri diberi saran oleh saudaranya untuk tidak bermain untuk Swiss. Dia akhirnya bergabung untuk Albania pada tahun 2013. Taulant saat ini hanya bermain untuk FC Basel selain dari sebuah musim pinjaman di Grasshopper Club Zurich. Dia adalah wakil kapten tim FC Basel yang telah bermain 19 kali untuk Timnas Albania.

4. Tim Cahill (Australia) dan Chris Cahill (Samoa)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tim Cahill saat ini merupakan pencetak gol terbanyak dan dianggap terbesar dalam sejarah Australia. Dia bermain untuk Millwall dan merupakan ikon favorit penggemar di Everton sebelum pindah ke Amerika Serikat untuk bermain di MLS bersama New York Red Bulls. Cahill pindah ke Tiongkok sebelum kembali ke Australia di Melbourne City FC pada 2016. Dia masih merupakan pemain penting bagi klubnya dan salah satu yang terbaik di A-League meski sudah berusia 38 tahun. Dia telah membuat 103 penampilan dan mencetak 50 gol untuk di pentas internasional bersama Australia. Cahill juga bermain untuk timnas Australia U-23 dan tampil untuk Samoa U-20. Saudaranya Chris Cahill, berbeda. Dia sempat bermain untuk klub kecil Australia dan mewakili Samoa tiga kali serta cetak 2 gol. Dia bahkan menjabat sebagai kapten untuk waktu yang singkat dalam tugas ini. Chris Cahill dan Tim Cahill memiliki seorang ibu asal Samoa. Chris menerima panggilan senior dari negara asal ibunya dengan harapan dapat membangkitkan kembali kariernya yang terjebak di divisi regional Australia.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan