Sukses

Kejuaraan Voli Asia 2017: Cara Tradisional Jadi Andalan Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Dilihat dari sisi manapun, timnas Indonesia memang kalah kelas dari Iran di Kejuaraan Voli Asia 2017. Namun, Indonesia membuktikan bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin di GOR Tri Dharma, Gresik, Minggu (30/7/2017).

Di Kejuaraan Voli Asia 2017, Iran memang hanya menurunkan tim U-23. Bahkan, ada dua pemain mereka yang kelahiran 1998 yang notabene masih berusia 19 tahun. Namun, bukan berarti mereka menjadi tim yang paling diremehkan di ajang tersebut.

Buktinya, mereka bisa menyapu bersih tiga laga di Grup B dengan kemenangan 3-0. Korban kehebatan tim asuhan Juan Manuel Cichello itu adalah China Taipei, Pakistan, dan Irak. Pada Grup F 8 besar, mereka pun menjadi penguasa meski sempat kalah 0-3 dari Tiongkok.

Hal itu membuktikan bahwa tim yang diturunkan Iran kali ini tak kalah dengan seniornya. Seperti diketahui, Iran adalah tim yang menempati posisi kelima Olimpiade 2016, urutan keenam Kejuaraan Dunia Voli 2016, dan dua kali juara Kejuaraan Voli Asia (2011, 2013).

Kali ini, Iran pun menatap Kejuaraan Voli Asia 2017 dengan sangat serius. Mereka pun sampai membawa tim statistik yang selalu hadir di setiap pertandingan dan memantau calon lawan Iran. Tapi, semua itu kalah dengan Indonesia yang hanya mengandalkan cara tradisional.

"Bisa dilihat berapa komputer yang dibawa Iran, kami cuma mengandalkan mata atau cara tradisional. Tapi itu tidak jadi masalah. Selama pemain mengikuti sistem pelatih, itu bisa berjalan dengan baik," ujar Samsul Jais, pelatih Indonesia.

Ya, perkataan pelatih Bank Sumsel Babel di Proliga 2017 itu benar-benar terbukti. Indonesia mampu membuat kejutan besar dengan mempecundangi Iran 3-2. Hebatnya lagi, kemenangan itu didapat setelah mereka tertinggal 0-2 lebih dulu (25-18, 25-18, 23-25, 26-24, 11-15).

2 dari 2 halaman

Pertama Kali

Bagi Indonesia, ini adalah kali pertama mereka melaju ke semifinal Kejuaraan Voli Asia. Terlebih, ini juga menjadi penampilan perdana mereka setelah absen pada edisi 2013 dan 2015. Selama ini, pencapaian terbaik mereka hanya finis di peringkat keenam.

"Namun servis dan bola pertama masih tidak bagus. Ketika itu terjadi, tosser harus bergerak ke tempat lain. Inilah strategi-strategi yang berjalan malam ini. Kemenangan ini kemenangan semua tim, termasuk pemain, pelatih hingga manajer," tegas Samsul.

Kini, ujian berat sudah menanti timnas Indonesia di Kejuaraan Voli Asia 2017. Itu karena mereka harus bertemu Jepang di semifinal, Senin (31/7/2017). Sebelumnya, Jepang sempat menaklukkan Indonesia 3-0 (25-23, 25-15, 25-12), Sabtu (29/7/2017)\

Saksikan video menarik berikut: