Lima Alasan Mengapa Lukaku Akan Gagal di MU

MU membeli Lukaku dengan sangat mahal senilai 75 juta pound.

Diterbitkan 16 Juli 2017, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Didier Drogba, Karim Benzema, dan Zlatan Ibrahimovic menjadi para striker yang manut dengan arahan The Special One. Tapi sayangnya, Lukaku tak memiliki keterampilan itu.

Musim lalu, United sukses ciptakan 471 umpan pendek per laga. Ini berarti Lukaku akan bermain dengan tim yang suka memainkan bola pendek untuk bangun serangan.

Bukan kabar yang baik buat striker Belgia itu. Karena tingkat keberhasilannya dalam melakukan umpan di Liga musim lalu cuma 65,5 persen saja.

3. Terbebani Biaya Transfer

3. Terbebani Biaya Transfer

Untuk pemain berharga 75 juta pounds, jelas ada beban besar yang dipikulnya. Hal ini malah bisa jadi bumerang bagi Lukaku. Dia dituntut untuk langsung buktikan ekspetasi besar.

Beberapa pemain terbaik dunia gagak memberi dampak dengan tim baru setelah ditransfer dengan uang berlimpah. Ricardo Kaka contohnya kala didatangkan dengan biaya 65 juta euro tapi gagal di Real Madrid.

Bahkan, Gareth Bale saat ini belum pernah jadi yang terbaik di Real Madrid. Bahkan, empat tahun setelah ditransfer 100 juta euro dari Spurs, dia belum bisa saingi Cristiano Ronaldo.

Rekan setim Lukaku, Paul Pogba saja sempat tertekan karena banderol mahalnya. Nah, dalam hal ini mental-lah yang akan bicara banyak. Mampukah Lukaku membuktikan harga mahalnya?

 

2. Tekanan Bermain di MU

2. Tekanan Bermain di MU

Setelah tertekan dengan harganya yang mahal, Lukaku jua dapat ujian karena bermain untuk klub sebesar Manchester United. Tiap pemain diwajibkan punya kontribusi yang instan tiap kali datang ke klub terbesar dunia itu.

Meski belum memenangi liga sejak Sir Alex Ferguson cabut, Manchester United faktanya klub terkaya di dunia. Itu sudah cukup menggambarkan betapa besarnya tuntutan tiap pemain untuk langsung tune in dengan permainan tim.

Berbeda ketika Lukaku perkuat Everton. Sebab, The Toffes cuma ditargetkan finis di enam atau tujuh besar saja tiap musim. Sedang, MU selalu membidik bintang. Uang bukan masalah, terpenting adalah cara untuk mengembalikan kejayaan. Lukaku harus kuat-kuat mental ain di Theatre of Dreams alias Old Trafford.

1. Faktor Jose Mourinho

Mourinho dikenal sebagai salah satu manajer taktikal di dunia. Pada satu titik, dia juga merupakan motivator terbaik dunia. Namun, atribut itu sepertinya memudar sejak masa jabatannya di Madrid.

Hal yang sudah lumrah diketahui, Mourinho sangat enggan bekerja dengan pemain muda. Di Real Madrid, dia jarang beri kesempatan Alvaro Morata. Sedang di Chelsea, dia-lah yang membuang Lukaku.

"Romelu sangat jelas dalam mentalitas yang buruk. Dia tak terlalu termotivasi untuk menghadapi persaingan di Chelsea. Padahal, dia ingin jadi striker utama," sebut Mourinho kala itu.

Mantan bos Porto ini juga dikenal kekejamannya. Jika Lukaku gagal buktikan diri, Mourinho kemungkinan akan mendepaknya. Bagi Mourinho, hasil di atas segalanya, dan itu berlaku jua buat Lukaku.

I. Eka Setiawan

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Romelu Lukaku adalah pemain sepak bola profesional Belgia yang bermain di klub Everton sebagai penyerang / striker.
    Romelu Lukaku adalah pemain sepak bola profesional Belgia yang bermain di klub Everton sebagai penyerang / striker.
    Romelu Lukaku
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • MU