Pengalaman Aktivis Bantu Imam Nahrawi Jalani Tugas Menpora

Menpora Imam Nahrawi menghadiri acara INSPIRATO yang digelar Liputan6.com, Selasa (21/2/2017).

Diterbitkan 21 Februari 2017, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Semasa kuliah, Imam juga sempat dihadapkan kepada pilihan yang sulit. Pasalnya, dia harus memilih antara ekonomi, pergerakan, dan studi. Imam akhirnya memilih melanjutkan studi dan tamat setelah 7 tahun kuliah.

"Namun jauh sebelum saya diangkat menjadi Menpora, orangtua saya sudah lebih dulu tiada. Jadi saya tidak sempat melihat kegembiraan mereka melihat saya diangkat jadi menteri," kata Imam.

Momen Tidak Terlupakan

Pengalaman hidup lambat laun membentuk Imam dan menempanya saat menjadi menteri. Imam ingat saat membuat keputusan sulit membekukan PSSI, Imam jadi terbiasa menghadapi aksi demo di depan kantornya.

Sebagai demonstran semasa kuliah, Imam sama sekali tidak alergi dengan aksi turun ke jalan tersebut. Namun Imam berpesan agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang baik dan tidak menyinggung kemanusiaan. Ini juga yang disampaikannya kepada demonstran yang mengusung babi ke kantor Kemenpora.

"Padahal apa yang mereka sampaikan itu baik, yakni mereka menyerukan soal pembinaan usia dini. Hanya cara penyampaiannya menyinggung kemanusiaan. Saya kemudian memanggil mereka dan berdialog dengan mereka. Saya tidak jadi marah dan meminta mereka untuk berdemo dengan cara yang baik," kata Imam mengisahkan.

"Mereka berdemo lagi, tapi dengan cara yang lebih baik dan saya justru senang melihatnya," ujar Imam.

Pembekuan PSSI yang dilakukan oleh Menpora, Imam Nahrawi, memang sempat memperuncing konflik antara pemerintah dengan PSSI. Buntutnya adalah, Indonesia akhirnya dijatuhi sanksi oleh FIFA. Kompetisi nasional sempat berhenti bergulir dan tim nasional (timnas Indonesia) tidak diizinkan tampil di pentas internasional.

Konflik baru mereda setelah setahun dan Kemenpora mencabut pembekuan tersebut. Keputusan ini kemudian diikuti langkah FIFA yang juga mencabut sanksi bagi Indonesia sehingga timnas akhirnya bisa tampil di AFF 2016.

Di akhir presentasinya, Imam pun menyampaikan pesan kepada para mahasiswa dan generasi muda pada umumnya. "Kita tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Tidak perlu dipertanyakan latarbelakangnya apa, setiap orang yang membantu kita merupakan oang hebat," ujar Imam disambut tepuk tangan mahasiswa. 

 

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan