4 Pesepak Bola Dunia Ini Beralih ke Panggung Politik

Setelah gantung sepatu, politik menjadi tujuan para pesepak bola ini.

Diterbitkan 30 Januari 2017, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sepak bola dan politik merupakan dua bidang yang amat berbeda. Namun, tidak jarang keduanya bersatu dalam momen-momen tertentu.

Para pesepakbola mendapatkan popularitas mereka di lapangan hijau untuk kemudian merambah ke bidang lain. Sementara para politisi kerap memanfaatkan sepak bola untuk meningkatkan citra mereka, dengan menyaksikan langsung di tribun stadion.

Tidak sedikit para pesepakbola dunia yang tertarik dengan dunia politik. Namun, banyak pula politisi yang menyukai olahraga yang melibatkan 11 orang dalam satu tim di lapangan ini.

Yang unik, para pesepakbola yang tertarik pada dunia politik bisa berganti profesi menjadi politisi selepas pensiun sebagai pemain. Tapi, para politisi tidak dapat mengubah profesi mereka menjadi pesepakbola profesional usai tidak lagi aktif di dunia
politik.

Berikut 4 pesepakbola dunia yang alih profesi menjadi politisi:

Marc Wilmots

4. Marc Wilmots

Di sepak bola Belgia Marc Wilmots sosok yang amat disegani. Dia dinilai sebagai salah satu legenda sepak bola Belgia dengan sejumlah pencapaiannya, termasuk menjadi pelatih Timnas Belgia pada Euro 2016.

Sebagai pemain, Wilmots tampil 70 kali dan mencetak 28 gol untuk Timnas Belgia. Nama besar dalam sepak bola turut membantunya terjun ke dunia politik.

Selepas pensiun, ia menjadi anggota senat di Belgia pada 2003. Namun, dunia politik ternyata tidak membuat Wilmots nyaman, sebab dua tahun berselang dia memilih mundur dari senat.

Pria yang kini menginjak usia 47 tahun itu kembali ke lapangan hijau. Pada 2009 ia sempat menjadi asisten pelatih Timnas Belgia, sebelum dipromosikan sebagai pelatih kepala pada 2012.

George Weah

3. George Weah

George Weah begitu mendunia pada era 90-an setelah ia tampil gemilang bersama AC Milan. Penyerang asal Liberia ini bahkan dinobatkan sebagai peraih Ballon d'Or pada 1995.

Setelah AC Milan, sejumlah klub pernah dibela Weah. Karier cemerlangnya di lapangan hijau membuat namanya amat dikenal di negaranya.

Setelah gantung sepatu, Weah tak tertarik menjadi pelatih, ia memilih terjun ke dunia politik di Liberia. Ia sangat aktif dalam kancah perpolitikan, hingga mencalonkan diri menjadi Presiden Liberia pada 2005.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Namun, Weah harus kalah di putaran kedua saat bersaing dengan Ellen Johnson. Kemudian pada 2011 Weah kembali maju, tapi lagi-lagi ia gagal menjadi Presiden Liberia. Kini, Weah bergabung bersama Kongres Demokrasi untuk Perubahan dan menjabat sebagai senator mewakili Montserrado County.

Halaman
Show All
Windi Wicaksono, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan