5 Alasan Ibrahimovic Sangat Ideal bagi MU

Ibrahimovic diharapkan bisa menghasilkan trofi bergengsi bagi MU.

Diterbitkan 02 Januari 2017, 18:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Eric Cantona sukses menjadi ikon Manchester United (MU) selama lima tahun. (www.ryangiggs.cc)

Meski begitu, Cantona memberikan kontribusi vital selama memperkuat MU. Mencetak 75 gol dari 168 laga, Cantona membawa MU memenangkan empat gelar Liga Inggris, dua Piala FA, dan tiga Community Shield.

Ibrahimovic pun berpeluang menjejaki kesuksesan Cantona. Sama-sama bersikap arogan, Ibrahimovic juga sangat tajam di depan gawang lawan. Buktinya, ia sudah menciptakan 17 gol dan enam assist dari 27 laga di semua kompetisi.

Yang patut ditunggu adalah apakah kontribusi Ibrahimovic bisa membawa MU meraih gelar bergengsi. Setidaknya, Ibrahimovic sudah berandil dalam kesuksesan MU memenangkan trofi Community Shield 2016.

3. Selalu Menjadi Ikon

Di mana pun ia berada, Ibrahimovic selalu menjadi pusat perhatian. Itu karena ia konsisten mempertahankan statusnya sebagai ikon klub yang dibelanya. Ia hanya gagal melakukan hal tersebut saat berkostum Barca.

Zlatan Ibrahimovic sukses mengukir banyak rekor dan prestasi selama berseragam Paris Saint-Germain. (Reuters/Gonzalo Fuentes)

Selama bertahun-tahun suporter MU menjadikan pemain seperti Cristiano Ronaldo, Ruud van Nistelrooy, dan Wayne Rooney sebagai ikon klub. Dan Ibrahimovic, ia hanya butuh lima bulan untuk menjadi ikon MU.

Saat MU berlaga, sosok yang menjadi pusat perhatian banyak orang adalah Ibrahimovic. Dengan mudahnya ia menggaet kasih sayang suporter MU lewat kemampuan menawannya di setiap pertandingan.

4. Pendongkrak Finansial

MU memiliki banyak alasan untuk merekrut Ibrahimovic di usia 35 tahun. Selain butuh ketajamannya, kehadiran Ibrahimovic diyakini mampu mendongkrak kondisi finansial manajemen klub.

Manchester United (MU) mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan jersey Zlatan Ibrahimovic.

Hal itu sudah terbukti saat Ibrahimovic baru menginjakkan kakinya di Manchester. Tercatat, penjualan jersey bernomor punggung 9 milik Ibrahimovic sudah menghasilkan pemasukkan hingga 76 juta pounds atau setara dengan Rp 1,3 triliun.

Diyakini, sebagian besar hasil penjualan Ibrahimovic turun membantu kesuksesan MU memulangkan Paul Pogba dari Juventus. Pasalnya, MU harus merogoh kocek hingga 89 juta pounds. Angka itu membuat Pogba menjadi pemain termahal di dunia.

Tercatat, penjualan Ibrahimovic masuk dalam rekor MU. Nilainya telah mengalahkan penjualan jersey gelandang legendaris Setan Merah, David Beckham yang laku terjual hingga 32 juta pounds.

5. Pensiun dari Timnas

Sebelum Ibrahimovic, penyerang tengah asal Swedia yang juga sempat merumput untuk MU adalah Henrikh Larsson. Meski hanya berstatus pinjaman pada musim 2006/2007, Larsson disebut memiliki karier yang sukses bersama MU.

Zlatan Ibrahimovic dengan seragam Timnas Swedia. (AFP)

Saat berseragam MU, Larsson sudah memutuskan pensiun dari Timnas Swedia. Hal itu pula yang dilakukan Ibrahimovic. Usai Piala Eropa 2016, secara tiba-tiba Ibrahimovic mengumumkan pensiun dari timnas.

Tentu saja, hal tersebut menjadi sebuah keuntungan bagi MU. Itu karena Ibrahimovic bisa memfokuskan tenaga dan pikirannya hanya untuk The Red Devils. Saat pemain lain menjalani tugas bersama timnas pada jeda internasional, Ibrahimovic bisa memulihkan fisiknya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan