5 Serba-serbi Seputar Laga Indonesia Vs Malaysia

Indonesia akan bertemu Malaysia di Stadion Manahan, Solo, Selasa (6/9/2016).

Diterbitkan 05 September 2016, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Momentum Timnas Indonesia

Laga melawan Malaysia kali ini bukan cuma soal faktor gengsi. Bagi timnas Indonesia, laga ini juga jadi momentum awal untuk bangkit pasca-sanksi dari FIFA.

Para suporter Timnas tentu berharap timnas bisa menang atas Malaysia. Kemenangan akan jadi sinyal bagus Indonesia untuk menatap laga-laga selanjutnya.

Sekedar informasi, dari lima laga terakhir melawan Malaysia, Indonesia menang tiga kali. Dalam duel terakhir dengan Malaysia, September 2014, Indonesia menang 2-0.

Transisi ke Pemain Muda

Ada kemiripan antara Indonesia dan Malaysia pada laga ini. Ya, kedua tim dihuni mayoritas pemain muda. Di Indonesia hanya ada dua pemain yang usianya sudah menginjak kepala tiga, yakni Boaz Salossa (30 tahun) dan Dian Agus Prasetyo (31 tahun).

Hal serupa terjadi di kubu Malaysia. Pelatih timnas Malaysia, Datuk Ong Kim Swee memanggil mayoritas pemain muda untuk mengisi timnya kali ini. Hanya ada dua pemain Malaysia yang usianya sudah kepala tiga yakni striker sekaligus kapten tim, Mohd Amri Yahyah (35 tahun), dan Ronny Harun (32 tahun).

"Dari daftar pemain Indonesia yang saya lihat, hanya ada empat atau lima pemain yang ikut ambil bagian di Piala AFF sebelumnya, sisanya pemain muda. Saya pikir Indonesia sama seperti kita yang sedang mengalami transisi," kata Kim Swee, seperti dikutip Berita Harian.

Malaysia Sedang Loyo

Menghadapi laga ini, timnas Malaysia sebetulnya juga sedang loyo. Harimau Malaya tampil buruk di kualifikasi Piala Dunia 2018.

Bahkan, Malaysia sempat kalah telak 0-10 dari Uni Emirat Arab. Total Malaysia hanya meraih empat poin, memasukkan tiga gol, dan kebobolan 30 gol.

Bukan cuma di dalam lapangan, sepak bola Malaysia juga sedang diguncang kasus dugaan korupsi di tubuh federasi mereka (FAM).

Kasus ini mengemuka setelah empat pemain senior keluar dari timnas. Kasus ini pun diungkap pertama kali oleh pemilik klub Malaysia, Johor Darul Ta'zim yakni Tunku Ismail Sultan Ibrahim.

Dia mengklaim memegang bukti otentik adanya korupsi di tubuh FAM. " Mungkin inilah saatnya bagi suporter sepak bola di negeri ini untuk melihat kebenaran dan menilainya," kata Tunku seperti dikutip Goal Malaysia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Luthfie Febrianto, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan