5 Faktor Sukses Leicester City

Apa saja faktor kesuksesan itu?

Diterbitkan 10 Mei 2016, 18:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Leicester City tak henti-hentinya menghiasi pemberitaan di media massa. Banyak hal dikulik dari tim berjuluk The Foxes itu setelah kesuksesan menggenggam trofi Liga Inggris musim 2015/16.

Hal-hal itu mulai dari keseharian pemain, hingga presiden klub. Maklum, semula tak ada yang menduga, Leicester bisa tampil begitu mengesankan hingga menjadi juara Liga Inggris.

Baca Juga

  • Tantang Calcio Legend, Primavera Baretti Gelar Persiapan Khusus
  • Cara Berpisah Real Madrid dan Arbeloa Bikin Casillas Iri
  • Bicara MotoGP Mugello, Lorenzo Sindir Ducati

Sebagian kalangan pun menyebut cerita Leicester bagaikan dongeng. Itu karena di era sepak bola modern seperti ini, rasanya memang sulit menjadi juara tanpa bermodalkan banyak uang dan pemain bintang.

Namun Leicester telah membuktikan, hal itu tidak selamanya benar. Lewat kerja keras para pemain, tim yang bermarkas di King Power Stadium itu mematahkan anggapan tersebut dengan menjadi juara di musim ini.

Selain kerja keras, tentu ada faktor lain yang membuat Leicester sukses. Melansir Footyjokes, berikut 5 faktor yang melatarbelakangi kesuksesan Leicester.

Faktor Kesuksesan Leicester

1. Jampi-jampi biksu

Faktor ini mungkin sulit dipercaya bagi banyak kalangan. Tapi begitulah adanya, pemilik Leicester yang berasal dari Thailand kerap mengundang biksu untuk memberkati stadion serta tim jelang pertandingan.

Biksu tersebut mencipratkan air ke bagian-bagian tertentu di stadion serta membacakan mantra pada para pemain. Hal itu dimaksudkan agar pemain tampil maksimal di dalam lapangan.

Entah berdampak atau tidak, yang jelas Leicester kini berstaus sebagai juara Liga Inggris musim 2015/16.

Faktor Kesuksesan Leicester

2. Claudio Ranieri

Tak mungkin menyebut faktor kesuksesan Leicester tanpa menyebut nama Claudio Ranieri. Ya, Ranieri adalah sosok kunci keberhasilan Leicester di musim ini.

Uniknya, Ranieri sebetulnya bukan sosok yang diinginkan manajemen Leicester pada awal musim. Ketika itu, manajemen lebih tertarik pada Guus Hiddink untuk menggantikan posisi Nigel Pearson yang hengkang.

Beruntung, keputusan menunjuk Ranieri sebagai pelatih terbukti tepat. Di bawah racikan manajer asal Italia tersebut, Leicester menjelma menjadi tim yang disegani.

Di bawah asuhan Ranieri juga, pemain-pemain yang semula tak dikenal seperti Riyad Mahrez dan Jamie Vardy, mendadak menjadi idola baru dan pemain bintang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

3. KonsistensiUntuk menjalani satu musim kompetisi dibutuhkan konsistensi. Dan Leicester secara tim telah membuktikan konsistensinya di Liga Inggris musim ini.Sepanjang musim, Leicester City hanya kalah tiga kali. Sisanya, Jamie Vardy dan kawan-kawan mengemas 23 kemenangan dan 11 kali imbang.Tiga kekalahan tersebut, dua di antaranya diderita dari Arsenal. Sementara, satu kekalahan sisa didapat saat menjamu Tottenham Hotspur.Soal urusan membobol gawang, Leicester merupakan tim terproduktif ketiga di Liga Inggris musim ini dengan 67 gol. Sementara, gawang Leicester hanya kebobolan 35 kali.

Halaman
Show All
Luthfie Febrianto, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan