5 Pemain Bola Tenar dengan Perilaku Buruk

Menjadi pemain sepak bola tenar tidak hanya membutuhkan kemampuan olah bola mumpuni melainkan juga kontrol perilaku dan emosi yang baik.

Diterbitkan 09 Maret 2016, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi pemain sepak bola tenar tidak hanya membutuhkan kemampuan olah bola mumpuni melainkan juga kontrol perilaku dan emosi yang baik. Tidak jarang, karier sepak bola menjadi rusak karena kegagalan mengontrol perilaku dan emosi.

Telah banyak contoh pemain yang kariernya tenggelam karena kecerobohannya sendiri. Adriano adalah salah satunya. Digadang-gadang sebagai penerus Ronaldo di tim nasional Brasil, karier Adriano malah terpuruk karena kegemarannya dengan dunia malam.

Baca Juga

  • 10 Tim Terburuk di Liga Inggris
  • PSSI Himbau Klub Anggotanya Tolak Undangan Tim Transisi
  • Vardy: Semua Meremehkan Leicester

Klub-klub tentu lebih memilih pemain yang bisa menjaga perilaku dan emosinya. Bukan apa-apa, perilaku buruk dan emosi pemain tak jarang berdampak negatif bagi keharmonisan tim.

Melansir The Sportscaster, berikut 5 pemain yang memiliki masalah dengan perilakunya.

1. Nicklas Bendtner


Nicklas Bendtner memang tidak memiliki emosi yang meluap-luap. Namun sikap terlalu percaya diri yang kelewat batas menjadi masalah tersendiri bagi pemain asal Denmark ini.

Bagaimana tidak, Bendtner pernah mengklaim dirinya adalah salah satu striker terbaik di dunia. Selain itu, saat masih membela Arsenal dia juga pernah sangat percaya diri menyatakan dalam lima tahun ke depan dapat menjadi topskor Liga Inggris dan Piala Dunia.

Kenyataan berbicara sebaliknya. Alih-alih menjadi salah satu striker terbaik dunia, karier Bendtner justru terpuruk. Setelah dari Arsenal, dia sempat dipinjamkan ke beberapa klub hingga akhirnya mendarat di Wolfsburg.

2. Joey Barton

Daripada menjadi pemain sepak bola, Joey Barton mungkin lebih cocok menjadi debt collector atau petinju. Itu lantaran karakternya yang sangat tempramental.

Di manapun Barton bermain, dirinya hampir selalu terlibat masalah kedisiplinan. Anda mungkin masih ingat saat Barton masih bermain di Newcastle United dan terlibat perkelahian dengan gelandang Arsenal, Gervinho di Liga Inggris musim 2011/12.

Salah satu yang juga menjadi sorotan saat Barton terlibat perkelahian dengan para pemain Manchester City, ketika dia membela QPR. Barton diganjar kartu merah usai  menyikut Carlos Tevez.

Kemudian, dia mencoba menendang Sergio Aguero dan menyundul Vincent Kompany. Kejadian itu terjadi di laga penutup Liga Inggris musim 2011/12.

Karena aksinya itu, Barton mendapat hukuman larangan main di 12 pertandingan dan denda 75 ribu pounds oleh Federasi Sepak bola Inggris (FA). "Perilaku saya salah dan saya menerima hukuman itu," kata Barton soal hukuman tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Carlos Tevez adalah salah satu pemain yang mampu bertahan meski dia bukan tergolong pemain dengan perilaku yang baik. Tevez bisa membayar lunas perilaku buruknya dengan gelontoran gol bagi tim yang dia bela.Akibatnya, klub-klub pun tetap berminat memakai jasanya meski kadang Tevez bertindak indisipliner. Pemain asal Argentina inipun telah mengoleksi total 20 trofi selama berkarier di Eropa dengan berbagai klub.Salah satu ulah Tevez yang mungkin cukup membekas adalah saat dia menolak melakukan pemanasan bagi timnya, Manchester City.  Karena ulahnya itu, Tevez sempat terilbat perselisihan dengan pelatihnya, Roberto Mancini.

Halaman
Show All
Luthfie Febrianto, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan