5 Pesepak Bola Dunia yang Menyia-nyiakan Bakatnya

Sejumlah faktor membuat para pemain ini gagal menjadi pesepak bola kelas dunia.

Diterbitkan 01 Februari 2016, 19:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Padahal, tanpa kehidupannya yang kontroversial, Gascoigne bisa melanjutkan karier sebagai pelatih. Dia sempat melatih di Tiongkok, lalu pergi ke Amrika Serikat untuk menangani Boston United pada 2004. 

Freddy Adu

3. Freddy Adu

Salah satu pemain yang dianggap Pele dari Amerika Serikat ini sekarang bermain untuk Tampa Bay Rowdies, sebuah klub divisi dua di Amerika Serikat. Padahal pada 2004, saat usianya baru 14 tahun, Freddy Adu dianggap punya bakat spesial.

Sayangnya, Adu tidak bisa menghadapi tekanan besar yang dialaminya kala itu. Pemain berdarah Ghana ini tidak mampu mengeluarkan seluruh bakatnya selama berseragam DC United.

Adu tidak pernah benar-benar menjadi bintang hijau, bahkan untuk level pemain kelas dua pun dia tak masuk hitungan. Tekanan besar di usianya sangat muda membuat Adu seperti bunga yang layu sebelum berkembang.

Saat ini, ketika usianya menginjak 26 tahun, Adu tidak dalam masa keemasannya sebagai pesepak bola. Bahkan, Adu pernah mengisi waktu luangnya sebagai pembawa acara saat menganggur.

Adrian Mutu

2. Adrian Mutu

Sama seperti hidup, sepak bola adalah semua tentang sikap Anda. Memiliki bakat saja tidak cukup, jika tidak memiliki rasa rendah hati, semuanya bisa berantakan. Adrian Mutu pernah mengalaminya.

Pada awal 2000-an, Mutu dianggap sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan. Tetapi, obat-obatan terlarang dan minuman keras menghancurkan kariernya sebagai pesepak bola.

Dia kecanduan kokain. Chelsea memecatnya setelah tes membuktikan Mutu positif memakai kokain. Belum lama ini, Mutu menerima skorsing 14 bulan akibat memukul seorang pelayan. Cerita yang menyedihkan.

Padahal, Mutu sempat digadang-gadang sebagai calon kapten Timnas Rumania di masa depan. Bakatnya yang luar biasa ketika masih belia membuat orang-orang sempat membandingkannya dengan Gheorghe Hagi, legenda sepak bola Rumania.

 

Adriano

1. Adriano

Pernah dijuluki The Emperor, Adriano Leite Ribeiro sampai sekarang belum dilupakan bakatnya. Mantan penyerang internasional Brasil ini punya daya ledak, kuat secara fisik, dan memiliki skill tinggi.

Adriano memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi striker hebat. Sempat menjalani dua musim gemilang dengan Inter Milan, tapi Adriano mudah merasa puas. Dia terjerumus dalam dunia malam dan kerap berpesta hingga larut.

Di Brasil, Adriano bergaul dengan gembong narkotika. Dia bisa saja menjadi salah satu striker terhebat, tapi karakter buruknya menggagalkan kesempatan itu. 

Kesempatan kedua sempat hadir ketika AS Roma mengontraknya. Namun, Adriano lagi-lagi gagal membuktikan diri telah berubah dari sebelumnya. Kini, Adriano membela klub Amerika Serikat, Miami United, setelah lama menganggur.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Windi Wicaksono, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan