5 Laga Kontroversial Juventus vs Fiorentina

Meski berjarak jauh, duel Juventus lawan Fiorentina selalu panas.

Diterbitkan 05 Maret 2015, 16:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Turin: Kota Turin dan Fiorentina memang terpaut jarak yang cukup jauh. 400 kilometer terbentang di antara mereka. Namun karena sepak bola, satu daerah dengan daerah lainnya kerap kali memiliki hubungan panas. Entah itu karena sebuah gol, seorang pemain atau bentrok antarsuporter. Duel Juventus yang berdomisili di Turin dengan Fiorentina yang berada di daerah Florence adalah duel yang klasik. Kerap kali menghadirkan tensi pertandingan ketat dan alur permainan cepat, laga ini  patut ditunggu.

Berikut 5 pertandingan Juventus versus Fiorentina yang layak untuk dikenang dan kontroversial menurut Liputan6.com:

1

18 September 1960: Juventus 3-2 Fiorentina (Final Coppa Italia)Jauh sebelum cendekiawan menemukan cara menghadirkan warna dalam kotak bernama televisi. 22 pemain Juventus dan Fiorentina sudah berlarian mengejar bola di lapangan yang masih berkualitas buruk.4 dari 22 atlet itu diklaim sebagai pesepak bola terbaik dalam sejarah klub masing-masing, dua bagi Juventus adalah John Charles dan Giampiero Boniperti. Sementara itu, "La Viola" diperkuat Dino da Costa dan Miguel Angel Montuori, semuanya makin sulit bagi Juventus lantaran mereka kehilangan Omar Sivori yang diusir wasit di semifinal Coppa Italia kontra Milan.Namun terlepas dari absennya Sivori, John Charles membawa Bianconeri berjaya. Penyerang asal Wales tersebut membuka angka lewat tendangan menggeledek dari luar kotak penalti. Tetapi Fiorentina berusaha bangkit dan gol dari Muntuori serta da Costa membuat mereka berbalik unggul. Charles kembali membuat hati Juventini tenang karena golnya memaksakan laga harus berlanjut ke babak tambahan. Di masa perpanjangan, Giampiero Boniperti menembak bola dan itu terpantul ke badan pemain Fiorentina, Juventus pun meraih Coppa Italia yang ke-4.

2

11 Mei 1969, Juventus 0-2 Fiorentina (Serie A)Partai kedua Juventus versus Fiorentina yang patut dikenang terjadi sembilan tahun pasca pertemuan pertama. Diwarnai penampilan Roberto Vieri (ayah dari Christian Vieri) dan pernyataan pelatih Viola, Bruno Pesaola yang kontroversial meramaikan duel ini. Bruno saat diwawancarai oleh wartawan menjabarkan rasa optimismenya soal kekuatan pasukan Firenze: "Jika tim ini tidak mendapatkan Scudetto, maka saya akan menjadi biksu."Janji Bruno akhirnya ditepati lantaran Viola pada akhirnya mendapatkan Scudetto kedua mereka, semuanya makin dikenang lantaran gelar itu didapatkan di Turin dengan skor 2-0 berkat gol Luciano Chiarugi dan Mario Maraschi. Si Nyonya Tua sendiri di musim 1968/1969 hanya duduk di posisi 5."Fiorentina adalah tim yang sangat hebat dan memenangkan Scudetto dengan gaya sepak bola kelas dunia. Mereka juga merupakan tim paling konsisten sepanjang musim, tidak ada keraguan soal itu."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

6 April 1991: Fiorentina 1-0 Juventus, Serie ARoberto Baggio dianggap sebagai "Tuhan" oleh suporter Fiorentina tetapi di tahun 1990 statusnya diturunkan menjadi "Judas" lantaran pindah ke Juventus. Pertama kalinya Si Kuncir Abadi kembali ke Artemio Franchi terjadi April 1991, pria yang memeluk agama Buddha itu diejek penonton.Di laga ini, Bianconeri tertinggal lewat tendangan bebas Diego Fuser dan Baggio mendapatkan hadiah penalti ketika dilanggar di kotak terlarang. Namun pemain yang mengakhiri karier profesionalnya di Brescia tersebut menolak untuk mengambil sepakan 12 pas.  Pengeksekutor kemudian diberikan kepada Luigi De Agostini tetapi ia gagal menuntaskan tugasnya. Setelah laga, Baggio memberikan alasan mengapa dia menolak untuk mengambil tendangan penalti."Saya berlatih bersama (Kiper Fiorentina) Gianmatteo Mareggini selama bertahun-tahun dan ia tahu cara bagaimana saya mengambil penalti. Ejekan selama pertandingan? Itu wajar, mereka mengejek tetapi sebenarnya mereka cinta kepada saya," papar Baggio yang saat digantikan dengan pemain lain dilempari kaos Fiorentina dan kemudian memberikannya kepada wartawan.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan