Mengenang 5 Pendekar Lapangan Hijau Indonesia Berdarah Tionghoa

Kilas balik ke belakang, jauh sebelum pemain tersebut lahir, pemain berdarah Tionghoa telah menjadi pendekar lapangan hijau di Indonesia.

Diterbitkan 05 Maret 2015, 08:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di ajang sepak bola dunia tersebut, Tan memang hanya sekali berlaga. Namun saat pria kelahiran 28 Februari 1913 itu menjaga gawang Dutch East Indies, mereka langsung berhadapan dengan lawan super kuat. Hungaria yang diperkuat Ferenc Puskas; pemain itu masuk nominasi salah satu pesepak bola hebat sepanjang sejarah itu menghancurkan timnya dengan skor 6-0.

3

Tan Hong Djien

Sama halnya dengan Tan, ia juga hanya sekali memperkuat Dutch East Indies di Piala Dunia 1938. Berposisi sebagai penyerang dan dikaruniai bakat bagus, mantan pemain Tiong Hoa Soerabaja sempat dilirik klub-klub bertaraf Internasional. Dua klub itu antara lain adalah Santos asal Brasil dan Barcelona, pemandu bakat tim tersebut datang melihatnya bermain. Akan tetapi Tan lebih memilih untuk bertahan di Indonesia untuk mengurus sawah milik keluarganya.

4

Fan Tek Fong

Pria yang mempunyai nama Indonesia Hadi Mulyadi itu lahir pada 19 September 1943. Sepanjang karier profesionalnya, dia pernah memperkuat tim UMS (Union Makes Strength), Pardedetex, Persija dan Warna Agung (klub bola era Galatama).

Bersama Macan Kemayoran, dia meraih gelar Perserikatan 1963. Selama memperkuat tim nasional selama delapan tahun, dia membawa Garuda mendapatkan King's Cup 1968, Merdeka Games 1969, Anniversary Cup 1972, dan Pesta Sukan 1972.

5

Thio Him Tjiang

Thio Him Tjiang (lahir di Jakarta, 28 Agustus 1929 – meninggal di Jakarta, 14 Februari 2015 pada umur 85 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia di era 1950-an. Semasa aktif bermain dia pernah bergabung dengan Persija Jakarta dan sempat satu klub dengan Fan Tek Fong.

Untuk level timnas dia bersama Ramang, Tan Liong Houw, Phoa Sian Liong, Kwee Kiat Sek, Maulwi Saelan, Chaeruddin Siregar, dan Witarsa berhasil masuk perempat final Olimpiade 1956 di Melbourne, Australia. Akan tetapi meski sempat menahan imbang Uni Soviet yang diperkuat Lev Yashin, mereka kalah 4-0di keesokan harinya.

(Deni Adi Prabowo)

Baca Juga:

Jose Mourinho, Manajer Favorit Pemain Inggris Raya

5 Mutiara Maluku Warnai Ingar Bingar ISL

Hazard Cetak Gol Semata Wayang, Chelsea Kokoh di Puncak

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan