Live dari Hanoi: Pasukan Jurnalis Indonesia Invasi Hanoi

Pasukan jurnalis asal Indonesia menyerbu Piala AFF 2014 di Vietnam.

Diterbitkan 25 November 2014, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Hanoi - Turnamen besar di Asia Tenggara seperti SEA Games dan Piala AFF tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi seluruh masyarakat Indonesia.  Tidak heran bila Indonesia menjadi negara yang rajin mengirimkan wartawan ke berbagai  event berataraf internasional.

Seperti perhelatan Piala AFF 2014 ini, Liputan6.com mendapatkan kesempatan meliput langsung perhelatan sepakbola akbar di kawasan Asia Tenggara. Liputan6.com menjadi salah satu dari puluhan dari media cetak, elektronik, dan on line yang ikut ambil bagian menyaksikan langsung perjuangan Timnas Indonesia di babak penyisihan grup A yang berlangsung di Hanoi.

Bila dihitung, pasukan jurnalis dari Indonesia masih kalah banyak dibanding dari kuli tinta 3 negara yang tergabung di grup A. Bahkan, jumlah wartawan Indonesia tidak mencapai setengah dari jumlah wartawan tuan rumah Vietnam yang masih bisa dihitung dengan jari.

Dari grup what's app diketahui jumlah peliput dari Indonesia di Piala AFF tahun ini mencapai 23 orang termasuk wartawan stasiun televisi yang mengirimkan dua orang; reporter dan kameramen.

 

http://cdn0-e.production.liputan6.static6.com/medias/771280/original/093980200_1416856779-20141124_143034.JPG

Tidak heran bila Hotel Crown Plaza yang dihuni seluruh tim ramai oleh wartawan Indonesia. Jurnalis Indonesia dangat militan mencari berita soal timnas dari pagi sampai malam hari.

Pantang pulang sebelum dapat berita. Kira kira begitu tekad jurnalis Indonesia. Beragam cara dilakukan agar mendapat gambar dan berita ekslusif. Jurnalis televisi misalnya, nekat mengambil gambar ketika pemain sedang makan dari celah celah fentilasi. Padahal pelatih Alfred Riedl telah mengingatkan, pemain tidak boleh disentuh sebelum jam makan. Tapi aturan itu tidak berlaku bagi media dari Indonesia.

Ketika latihan, wartawan Indonesia pun memadati pinggir lapangan. Kameramen televisi sibuk merapihkan tripod kamera, fotografer membidik pemain dari berbagai sudut. Sedangkan wartawan on line sibuk mengetik template berita di telepon pintar masing-masing. Panas tidak menjadi soal. Asalkan  tetap mampu menyajikan berita aktual dan faktual pada masyarakat di Indonesia

Begitu latihan usai, mereka pun langsung menyerbu pemain dengan segudang pertanyaan. Tidak jarang mereka langsung berlari ke dalam bis ogah meladeni pertanyaab wartawan yang sukar dijawab. Pelatih Alfred Riedl ditemani asisten Wolfgang Pikal paling ditunggu komentarnya. "Kita wawancara di tempat teduh," permintaan yang selalu diulang Rield setelah memimpin latihan tim.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

  Bersambung ke halaman selanjutnya ------------>

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Arie NugrohoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan