Mido Menyatakan Penyesalannya

Mido tampil di layar televisi Mesir untuk menyatakan permintaan maafnya. Ia juga mengaku ingin sekali bisa bermain di babak final melawan Pantai Gading.

Diterbitkan 09 Februari 2006, 21:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Striker Mesir, Ahmed Mido Hossam, meminta maaf kepada pelatihnya, para penggemarnya, dan segenap masyarakat Mesir atas peristiwa yang terjadi pada pertandingan semifinal antara Mesir dan Senegal. Dalam pertandingan semifinal tersebut, Mido sempat bertengkar dan memaki pelatihnya, Hassan Shehata, saat ia digantikan oleg Amr Zaki di menit ke-77.

Saat diganti, Mido melangkah ogah-ogahan menuju pinggir lapangan. ia menghampiri pelatihnya dan berkata dengan nada marah, "Mengapa Anda mengganti saya?" Lantas, Shehata menjawab, "Karena saya pelatih tim ini."

Malah, karena semakin jengkel, Mido pun sempat mengucapkan kalimat, "Anda bukan siapa-siapa, Anda keledai," yang ditujukan kepada Shehata. Waktu itu, Shehata menjawab, "Bukan saya, Andalah yang keledai!" untung saja, kemudian pemain senior di tim Mesir, Hossam Hassan, melerai pertengkaran yang terjadi di pinggir lapangan itu.

Malam harinya, pihak federasi sepak bola Mesir mengadakan rapat dan memutuskan untuk menghukukm Mido. Pemain berusia 22 tahun ini diminta segera meninggalkan markas tim Mesir dan dilarang bermain selama enam bukan di lingkungan federasi sepak bola negeri itu. Itu artinya ia juga tidak akan bermain di babak final Piala Afrika.

Sehari setelah peristiwa tersebut, Mido tampil di televisi Mesir dan menyampaikan pernyataannya. "Saya ingin meminta maaf kepada para pendukung saya, juga kepada pelatih saya," ujar Mido. "Dan saya berharap tak ada seorang pun yang masih merasa terganggu oleh ulah saya tersebut."

Mido juga menyatakan bahwa ia ingin sekali tampil di babak final Piala Afrika bersama tim Mesir. "Ya, saya memang telah melakukan kesalahan dan saya bisa menerima hukuman yang dijatuhkan kepada saya," ucap Mido.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara, Mido menyatakan bahwa ia tak bermaksud menghina pelatihnya. "Saya sekadar bertanya, mengapa ia selalu mengganti saya," kata Mido. Menurut Mido, justru pelatihnya yang tidak profesional karena langsung mendebat dirinya.

Dalam kesempatan tersebut, Mido juga kembali menyatakan penyesalannya. Terutama kepada para penggemarnya dan masyarakat Mesir pada umumnya yang sebetulnya tentu ingin agar ia tampil di pertandingan final. "Saya ingin tampil di final karena saya ingin memenangi kejuaraan ini dan saya ingin berusaha bersama-sama dengan rekan pemain lainnya untuk mewujudkan hal itu," kata Mido lagi.

Kembali ke London
Mido juga menilai hukuman yang dijatuhkan kepadanya sangat berlebihan. Ia sendiri mengaku bersedia untuk tetap dilatih Shehata, namun saat ini ia mulai berkonsentrasi untuk membawa Tottenham Hotspur bisa lolos ke kejuaraan antarklub Eropa. "Saat ini saya tengah berupaya untuk melupakan kejadian tersebut," ucapnya. 

Rencananya, Mido akan segera kembali ke London, Inggris, untuk kembali berlatih bersama klubnya, Tottenham Hotspur. "Saya ingin mencetak gol untuk Spurs dan meloloskannya mereka ke kejuaraan Eropa," ujar Mido menambahkan.

Sejumlah pemain Mesir lainnya juga menilai hukuman yang dijatuhkan terhadap Mido terlalu keras. "Saya mengenal Mido saat kami masih kanak-kanak," ujar Hossam Hassan. "Ia memang selalu sangat antusias untuk ikut dalam pertandingan," ujar Hassan.

Wael Gomaa, bek Mesir, menyatakan memang apa yang dilakukan oleh Mido itu salah. "Tapi, itu karena ia masih muda dan kurang pengalaman," ujar Gomaa. Gomaa sendiri bisa memahami bahwa Mido memang sangat ingin tetap bisa bermain waktu itu, sayangnya apa yang dilakukannya keliru.
(SH)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Tim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan