Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot pada perdagangan Rabu, (14/10/2026). Harga perak Antam hari ini berlawanan arah dengan harga perak dunia dan harga emas Antam yang stabil.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini turun Rp 600 menjadi Rp 39.700. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam di posisi Rp 40.300.
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Antam menawarkan perak batangan di harga Rp 10.450.000 untuk ukuran 250 gram dan ukuran 500 gram di harga Rp 19.975.000.
Advertisement
Lalu bagaimana harga perak dunia?
Mengutip tradingeconomics, harga perak dunia naik 0,30% menjadi US$ 59,35.
Harga perak diperdagangkan di kisaran US$ 59 per ons pada Rabu setelah turun selama dua sesi berturut-turut, seiring para investor menantikan data inflasi konsumen AS untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah kebijakan Federal Reserve (the Fed) selanjutnya.
Pasar saat ini memperkirakan adanya peluang sekitar 77%, The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah bulan ini, sementara memberikan peluang 88% untuk kenaikan suku bunga pada Desember. Sementara itu, Presiden The Fed wilayah New York, John Williams, mengisyaratkan satu kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan tahun ini, tapi pengetatan moneter lebih lanjut kemungkinan tidak diperlukan pada 2027.
Ketegangan geopolitik juga tetap menjadi sorotan karena harga minyak terus naik di tengah memanasnya konflik antara Arab Saudi dan pemberontak Houthi yang didukung Iran, yang memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Secara terpisah, IMF memperingatkan risiko signifikan terhadap pertumbuhan global dan stabilitas keuangan yang timbul dari potensi berakhirnya lonjakan investasi AI, meningkatnya tingkat utang, serta konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Harga Emas Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310805/original/018959900_1785371554-Gemini_Generated_Image_skzpy7skzpy7skzp.jpg)
Sebelumnya, harga emas dunia melemah tipis pada Selasa, 13 Oktober 2026 (Rabu pagi Jakarta). Koreksi harga emas ini terjadi seiring investor menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS) dan pernyataan dari Ketua the Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh akhir pekan ini untuk mengukur arah kebijakan moneter pada masa depan.
Mengutip CNBC, Rabu (14/10/2026), harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.154,99 per ons pada pukul 13.36 EDT. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,35 menjadi US4 4.719 per ons.
“Ada data inflasi yang akan dirilis akhir pekan ini. Jadi, pasar cenderung menunggu untuk melihat bagaimana hasilnya nanti,” kata Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn.
Ia menuturkan, pada Kamis, Ketua The Fed Kevin Warsh akan menyampaikan pidato terakhirnya sebelum pertemuan kebijakan suku bunga mendatang, dan memperkirakan sesi perdagangan yang lebih tenang menjelang pertemuan pada Rabu dan Kamis.
Investor juga menantikan data Indeks Harga Konsumen atau the Consumer Price Index (CPI) pada Rabu. Sementara itu, Indeks Harga Produsen dan pernyataan dari Ketua The Fed Kevin Warsh pada Kamis akan dicermati dengan seksama.
Gubernur The Fed Christopher Waller pada Selasa mengatakan, kenaikan imbal hasil obligasi AS baru-baru ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, bukan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, yang sejauh ini tetap "terkendali dengan baik."
Advertisement
Dolar AS Melemah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5702049/original/073183000_1778582830-1.jpg)
Emas kehilangan daya tariknya di lingkungan suku bunga tinggi karena aset ini tidak menghasilkan bunga.
Saat ini, para pedagang melihat hanya ada peluang 19% untuk kenaikan suku bunga The Fed bulan ini, tetapi memperhitungkan peluang 88% untuk kenaikan pada Desember, menurut perangkat FedWatch milik CME.
Sementara itu, harga minyak turun pada Selasa dan berada di jalur penurunan pertama dalam hampir sepekan.
Nilai tukar dolar Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi Treasury acuan tenor 10 tahun turun dari level tertingginya masing-masing, namun masih bertahan di dekat level yang tinggi.
Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa menyoroti risiko dari tingginya tingkat utang publik dan kenaikan imbal hasil obligasi, yang mungkin akan terdorong lebih tinggi lagi oleh tekanan inflasi akibat perang.
"Kenaikan suku bunga semakin menjadi pedang bermata dua bagi emas. Meskipun suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas, kebijakan ini juga memperberat beban fiskal banyak pemerintah dan dengan demikian memperparah kekhawatiran mengenai keberlanjutan utang,” ungkap para analis Commerzbank dalam sebuah catatan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376931/original/056696400_1760068591-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__87_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433901/original/080742000_1764906305-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-05T103803.223.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357131/original/047451800_1790234905-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4455298/original/012467700_1686039725-Preskon_Presiden_Jokowi_usai_Rakornas_III_PDIP-HERMAN__3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352149/original/042458700_1610959708-20210118-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149804/original/091239300_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)