Daftar Harga Emas Pegadaian 12 Oktober 2026, Cek Galeri24, Antam, dan UBS

Harga emas Pegadaian hari ini, Senin (12/10/2026), untuk Galeri24, Antam, dan UBS masing-masing Rp 2.537.000, Rp 2.633.000, dan Rp 2.562.000 per gram.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas Pegadaian hari ini, Senin (12/10/2026), tercatat berbeda untuk tiga produk yang tersedia, yakni Galeri24, Antam, dan UBS.

Berdasarkan data yang dikutip dari laman resmi Pegadaian, harga emas Galeri24 mencapai Rp 2.537.000 per gram, Antam Rp 2.633.000 per gram, dan UBS Rp 2.562.000 per gram.

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan yang dilakukan Pegadaian. Karena itu, masyarakat yang ingin membeli emas disarankan memeriksa harga terbaru sebelum melakukan transaksi.

Ketiga produk emas tersebut tersedia dalam pilihan berat yang berbeda. Galeri24 dijual mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.

Adapun emas Antam yang tercantum dalam daftar harga Pegadaian tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.

Perbedaan harga ant produk dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin membeli emas sesuai kebutuhan dan anggaran. Selain harga per gram, calon pembeli juga perlu memperhatikan ukuran produk yang dipilih karena total harga akan menyesuaikan berat emas.

Berikut daftar lengkap harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian:

Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.331.000
  • 1 gram: Rp 2.537.000
  • 2 gram: Rp 5.013.000
  • 5 gram: Rp 12.439.000
  • 10 gram: Rp 24.813.000
  • 25 gram: Rp 61.697.000
  • 50 gram: Rp 123.297.000
  • 100 gram: Rp 246.472.000
  • 250 gram: Rp 614.666.000
  • 500 gram: Rp 1.229.330.000
  • 1.000 gram: Rp 2.458.659.000

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.368.000
  • 1 gram: Rp 2.633.000
  • 2 gram: Rp 5.205.000
  • 3 gram: Rp 7.783.000
  • 5 gram: Rp 12.937.000
  • 10 gram: Rp 25.817.000
  • 25 gram: Rp 64.414.000
  • 50 gram: Rp 128.748.000
  • 100 gram: Rp 257.417.000

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.384.000
  • 1 gram: Rp 2.562.000
  • 2 gram: Rp 5.083.000
  • 5 gram: Rp 12.561.000
  • 10 gram: Rp 24.990.000
  • 25 gram: Rp 62.352.000
  • 50 gram: Rp 124.449.000
  • 100 gram: Rp 248.799.000
  • 250 gram: Rp 621.813.000
  • 500 gram: Rp 1.242.165.000.

Harga Emas Dunia Pekan Ini Diprediksi Naik

Harga emas dunia mengakhiri perdagangan pekan lalu di zona hijau setelah melewati periode perdagangan yang fluktuatif. Tekanan akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), penguatan dolar AS, dan kekhawatiran inflasi sempat menekan harga emas.

Namun, penurunan imbal hasil obligasi dan harga minyak, serta aksi beli saat harga melemah, mendorong pemulihan logam mulia tersebut.

Pada pekan lalu, harga emas spot dibuka pada US$ 4.142,40 per ons pada Minggu malam. Pada awal pekan, harga emas sempat menguat seiring perhatian investor terhadap dampak inflasi dari konflik AS-Iran, kenaikan harga minyak, dan pembelian emas oleh bank sentral China.

Tekanan meningkat pada pertengahan pekan setelah risalah rapat Federal Reserve (The Fed) September menunjukkan sebagian besar pejabat masih memperkirakan kenaikan suku bunga diperlukan sebelum akhir tahun. Harga emas pun menyentuh level terendah mingguan US$ 4.066,31 per ons pada Rabu.

Emas kemudian pulih dan mencapai level tertinggi mingguan US$ 4.207,48 per ons pada Jumat, didukung pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi.

Mengutip Kitco, Senin (12/10/2026), survei mingguan Kitco News menunjukkan 50% analis Wall Street memperkirakan harga emas naik pekan ini. Namun, investor ritel masih terbelah dalam memprediksi arah pergerakan emas.

Data Inflasi AS Jadi Penentu

Survei Kitco News melibatkan 14 analis Wall Street. Sebanyak tujuh analis atau 50% memperkirakan harga emas menguat pekan ini. Dua analis atau 14% memprediksi harga turun, sedangkan lima analis atau 36% memperkirakan harga bergerak mendatar atau belum dapat menentukan arah.

Darin Newsom, analis senior Barchart.com, memperkirakan harga emas berpeluang naik. Menurut dia, secara teknikal emas berada dalam kondisi jenuh jual sehingga berpotensi mengalami penguatan jangka pendek.

Rich Checkan, Presiden sekaligus Chief Operating Officer Asset Strategies International, juga memperkirakan emas naik. Ia menilai tekanan jangka pendek dapat berkurang jika Federal Reserve (The Fed) tidak menaikkan suku bunga dalam pertemuan Oktober.

Sementara itu, Kevin Grady, Presiden Phoenix Futures and Options, menilai data inflasi AS yang dirilis pekan ini akan menjadi perhatian utama pasar. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed dan arah pergerakan harga emas.

Investor Ritel Masih Terbelah

Berbeda dengan analis Wall Street, investor ritel belum menunjukkan optimisme yang dominan. Dalam jajak pendapat daring Kitco, sebanyak 206 suara terkumpul. Sebanyak 45% responden memperkirakan harga emas naik pekan ini, 37% memprediksi turun, dan 18% memperkirakan harga bergerak mendatar.

Data inflasi Amerika Serikat menjadi katalis penting pekan ini. Pasar menantikan laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) September, serta data penjualan ritel dan klaim pengangguran.

Marc Chandler, Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, memperkirakan harga emas masih menghadapi tekanan. Menurut dia, emas perlu kembali bertahan di atas US$ 4.230 per ons untuk menunjukkan terbentuknya fondasi penguatan.

Sebaliknya, Alex Kuptsikevich, analis senior FxPro, melihat peluang kenaikan lebih lanjut menuju US$ 4.300–US$ 4.350 per ons. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penguatan dolar AS dan persoalan utang global masih menjadi tantangan bagi emas dalam jangka panjang.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6