Bank Standard Charted Indonesia Luncurkan Futuremaker Innofund Programme 2025

Program Futuremaker Innofund Programme menggandeng 12 UMKM terpilih untuk menjalani pendampingan selama enam bulan dalam rangka memperkuat daya saing dan mendorong wirausaha berkelanjutan.

Diterbitkan 17 September 2025, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Standard Chartered Foundation melalui Bank Standard Chartered Indonesia resmi meluncurkan Futuremaker Innofund Programme Launch and OnSite Intensive Bootcamp 2025 pada Rabu, (17/9/2025).

Program ini dirancang untuk memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta wirausaha sosial di Indonesia melalui akses permodalan dan pendampingan finansial selama enam bulan ke depan.

Acara peluncuran dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Puni Ayu Anjungsari, Head of Corporate Affairs, Brand and Marketing Bank Standard Chartered Indonesia; Adisti Chandra, Chief Operating Officer Instellar Impact; serta Adityo Putranto, SVP of Embedded Lending Business Amartha.

Kehadiran mitra strategis bersama 12 UMKM terpilih menandai dimulainya rangkaian pendampingan intensif dalam program ini.

Dalam sambutannya, Puni Ayu Anjungsari menegaskan komitmen Bank Standard Chartered Indonesia yang telah hadir lebih dari 160 tahun di tanah air untuk turut berkontribusi terhadap pembangunan bangsa, khususnya melalui pemberdayaan UMKM.

Ia menyebut, potensi pertumbuhan UMKM di Indonesia sangat besar. Sektor ini menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional dan menyumbang hingga 61% terhadap PDB Indonesia. Angka tersebut menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia.

"Kalau kita tidak berupaya untuk berkontribusi di situ, sepertinya kita kurang berperan aktif dalam perekonomian Indonesia. Goal kita paling utama adalah memajukan taraf hidup orang banyak," ujarnya.

12 UMKM Inovatif Terpilih

Sebanyak 12 UMKM dan wirausaha sosial berhasil lolos melalui proses seleksi yang ketat, kini mereka siap mengikuti pendampingan intensif selama enam bulan ke depan pada gelombang pertama ini

Mereka hadir dengan berbagai inovasi yang beragam. Mulai dari Ocean Pure yang mengubah limbah tulang ikan tuna menjadi produk kecantikan berbasis kolagen halal, We Love 4 Earth yang menawarkan solusi pengolahan limbah industri kecantikan melalui model ekonomi sirkular, hingga Electric Wheel yang menghadirkan mobilitas ramah lingkungan melalui penjualan dan konversi sepeda motor listrik di Bali.

Selain itu, terdapat pula usaha-usaha berbasis pemberdayaan komunitas, pertanian berkelanjutan, hingga startup teknologi yang berfokus pada manajemen air dan energi terbarukan.

Kedua belas UMKM ini diharapkan menjadi pionir lahirnya wirausaha berkelanjutan yang mampu memberikan dampak positif, tidak hanya pada sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.

 

Buka Wawasan Baru

Sheila dari Ocean Pure mengaku program ini membuka wawasan baru bagi pelaku UMKM.

"Menarik ya sesi ini, jadi pembuka wawasan juga. Karena biasanya UMKM pasti struggle dengan pendanaan, untuk modal. Biasa pasti mereka masalahnya begitu terus. Minim di financial literasinya biasanya, karena pasti backgroundnya enggak semua dari accounting atau dari finance. Jadi mereka enggak  ngerti, mereka tahunya oke jualan begitu,” ungkapnya

Sementara itu, Meta Ariyanti dari We Love 4 Earth berharap program ini dapat membawa perbaikan dalam pengelolaan keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha.

"Kita berharapnya ada dukungan pendanaan. Terus juga dari sisi keuangan kita berharap bisa jadi lebih rapi. Terus juga kita bisa grow bisnisnya,” ujarnya

 

Ciptakan Ekosistem Usaha

Melalui Futuremaker Innofund Programme 2025, Bank Standard Chartered Indonesia bersama mitra strategisnya berharap pendampingan dan dukungan permodalan ini tidak hanya memperkuat kapasitas bisnis peserta, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan hadirnya 12 UMKM terpilih sebagai pionir gelombang pertama, program ini diharapkan dapat menjadi katalisator lahirnya wirausaha sosial dan UMKM tangguh yang mampu menjawab tantangan ekonomi, sosial, dan lingkungan Indonesia ke depan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6