Sukses

Top 3: Utang Orang Indonesia Pakai Paylater Tembus Rp 6,81 Triliun

Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Rabu, 10 Juli 2024.

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran piutang pembiayaan perusahaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau bayar nanti mencapai Rp 6,81 triliun per Mei 2024.

"Total penyaluran piutang pembiayaan perusahaan Buy Now Pay Later (Paylater) Mei 2024 meningkat 33,64 persen yoy menjadi sebesar Rp6,81 triliun," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Juli 2024.

Peningkatan tersebut, kata Agusman dibarengi dengan profil risiko pembiayaan yang tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) Gross dan NPF Netto masing-masing sebesar 3,22 persen dan 0,84 persen per Mei 2024.

Menurut dia, pembiayaan BNPL di Indonesia memiliki potensi pasar yang cukup besar sejalan dengan perkembangan perekonomian berbasis digital.

Artikel Utang Orang Indonesia Pakai Paylater Tembus Rp 6,81 Triliun menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Rabu (10/7/2024):

1.Utang Orang Indonesia Pakai Paylater Tembus Rp 6,81 Triliun, Kamu Ada?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran piutang pembiayaan perusahaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau bayar nanti mencapai Rp 6,81 triliun per Mei 2024.

"Total penyaluran piutang pembiayaan perusahaan Buy Now Pay Later (Paylater) Mei 2024 meningkat 33,64 persen yoy menjadi sebesar Rp6,81 triliun," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Juli 2024.

Peningkatan tersebut, kata Agusman dibarengi dengan profil risiko pembiayaan yang tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) Gross dan NPF Netto masing-masing sebesar 3,22 persen dan 0,84 persen per Mei 2024.

Menurut dia, pembiayaan BNPL di Indonesia memiliki potensi pasar yang cukup besar sejalan dengan perkembangan perekonomian berbasis digital.

Berita selengkapnya baca di sini

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

2.Semifinal Euro 2024: Adu Mahal Timnas Spanyol vs Prancis

Kejuaraan Piala Eropa atau Euro 2024 mulai memasuki babak akhir. Empat tim lolos ke semifinal Euro 2024, yaitu Spanyol, Prancis, Inggris, dan Belanda.

Spanyol menghadapi Prancis pada semifinal pertama Euro 2024. Pertandingan berlangsung di Allianz Arena, Rabu (10/7/2024) pukul 02.00 WIB.

La Furia Roja melaju ke empat besar sebagai tim paling impresif di turnamen. Mereka menjadi satu-satunya negara yang berjaya dari lima laga yang dilalui, meski satu harus melalui perpanjangan waktu.

Di sisi lain, Prancis memiliki pemain yang lebih berkualitas. Ada Antoine Griezmann yang berstatus top skor Euro 2016, serta Kylian Mbappe, pemain tersubur Piala Dunia 2022.

Berita selengkapnya baca di sini

3 dari 3 halaman

3.Proyek Tol Padang-Sicincin dan Sigli-Banda Ace Target Rampung Tahun Ini

PT Hutama Karya (Persero) menargetkan dua proyek Jalan Tol Trans Sumatera rampung tahun ini, yakni ruas Tol Padang-Sicincin sepanjang 36 km dan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi I Padang Tidji-Seulimum sepanjang 25 km.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim mengatakan, ketersediaan lahan untuk pembangunan kedua jalan tol ini sudah hampir selesai. Sehingga proses konstruksi segera memasuki tahap akhir.

"Hutama Karya menargetkan dua ruas ini dapat segera rampung di kuartal III dan IV tahun 2024. Sehingga konektivitas dan mobilitas antar provinsi akan semakin lancar," ujar Adjib, Selasa, 9 Juli 2024.

 Ia menjelaskan, hingga akhir Juni 2024 progres pengadaan lahan Jalan Tol Ruas Padang-Sicincin bertumbuh mencapai 96,68 persen, dengan progres konstruksi mencapai 67,20%.

Berita selengkapnya baca di sini

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini