Sukses

Stadion Kanjuruhan: Dibangun Megawati, Diruntuhkan Jokowi

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan meruntuhkan untuk kemudian membangun ulang Stadion Kanjuruhan Malang, imbas dari terjadinya tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang merenggut sebanyak 133 jiwa.

Hal itu bakal menyudahi kiprah awal Stadion Kanjuruhan Malang, yang selama 25 tahun setia menjadi kandang bagi klub sepakbola Arema Malang.

Mengutip catatan Liputan6.com, Rabu (19/10/2022), Stadion Kanjuruhan pertama kali dibangun sejak 1997 dengan biaya lebih dari 35 miliar. Proses pembangunannya memakan waktu sekitar 7 tahun.

Baru pada 9 Juni 2004, stadion ini diresmikan penggunaannya oleh Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri. Peresmian stadion milik Pemerintah Kabupaten Malang ini ditandai dengan sebuah laga uji coba di tengah musim Liga Indonesia Divisi I 2004 antara Arema melawan PSS Sleman.

Dalam perjalanannya, Stadion Kanjuruhan juga merekam sejumlah kenangan pahit. Seperti terjadi pada 2005, dimana pagar pembatas tribun stadion roboh pada laga antara Arema vs Persija Jakarta. Insiden itu menelan satu korban jiwa, dan puluhan lain terluka parah.

Pada 15 April 2018, tempat ini juga jadi saksi bisu terjadinya Kanjuruhan Disaster kala Arema ditahan imbang Persib Bandung di Liga 1. Aremania yang merasa kecewa kemudian turun ke lapangan, dibalas dengan tembakan gas air mata aparat keamanan, membuat banyak korban berjatuhan.

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi awal Oktober ini membuat stadion harus bersiap menutup segala kisah suka/duka yang dilaluinya. Presiden Jokowi hendak merubuhkan dan membangun ulang Stadion Kanjuruhan agar sesuai dengan standar FIFA.

Itu dipastikannya setelah melakukan pertemuan langsung dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (18/10/2022) kemarin.

"Tadi saya juga menyampaikan dan FIFA mengapresiasi untuk Stadion Kanjuruhan di Malang, juga akan kita runtuhkan, dan kita bangun lagi sesuai dengan standar FIFA," kata Jokowi.

Menurut dia, Stadion Kanjuruhan akan dibangun kembali dengan fasilitas yang baik guna menjamin keselamatan penonton, pemain, hingga suporter. Adapun anggaran untuk pembangunan ulang Stadion Kanjuruhan alan ditangani langsung oleh pemerintah pusat.

Selain itu, Jokowi menyebut FIFA juga berencana untuk berinvestasi terkait pembangunan stadion hingga keselamatan suporter. Namun, belum diketahui bentuk investasi yang akan diberikan FIFA. Jokowi menuturkan pemerintah akan membahas hal tersebut lebih lanjut dengan FIFA.

"Yang untuk yang lain-lain investasi apa nanti secara detail akan kita bicarakan lagi, mungkin di Qatar, mungkin di Bali, atau di Qatar karena saya diundang secara khusus," jelas Jokowi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Jokowi Ingin Bangun Ulang Stadion Kanjuruhan Malang, Butuh Biaya Berapa?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hendak meruntuhkan dan membangun ulang Stadion Kanjuruhan, Malang sesuai standar FIFA. Itu disampaikannya saat melakukan pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/10/2022).

"Tadi saya juga menyampaikan dan FIFA mengapresiasi untuk Stadion Kanjuruhan di Malang, juga akan kita runtuhkan, dan kita bangun lagi sesuai dengan standar FIFA," kata Jokowi.

Menurut dia, Stadion Kanjuruhan akan dibangun kembali dengan fasilitas yang baik guna menjamin keselamatan penonton, pemain, hingga suporter. Adapun anggaran untuk pembangunan ulang Stadion Kanjuruhan alan ditangani langsung oleh pemerintah pusat.

Lantas, berapa ongkos yang diperlukan untuk membangun ulang Stadion Kanjuruhan?

Mengutip informasi dari berbagai sumber, stadion ini dibangun sejak 1997 dan memakan biaya hingga sebesar Rp 35 miliar. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden RI ke-5, Megawati Soekarno Putri pada 4 Juni 2004.

Namun, biaya pembangunan awal tersebut belum seberapa ketimbang perkiraan alokasi dana untuk menata ulang Stadion Kanjuruhan. Pemerintah Kabupaten Malang sebelumnya telah mengajukan pendanaan senilai Rp 580 miliar guna merenovasi Stadion Kanjuruhan.

 

3 dari 3 halaman

Hasil Kajian

Bupati Malang M Sanusi, mengatakan, anggaran sebesar Rp 580 miliar merupakan hasil kajian dari Dinas Permukiman dan Cipta Karya, Kabupaten Malang.

"Pengajuan sekitar Rp 580 miliar dari kajian tim Cipta Karya," ucap Sanusi dilansir dari Antara.

Angka ini sejatinya lebih tinggi dari perkiraan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), yang menyatakan bahwa pendanaan berkisar Rp 400 miliar.

"Kalau Menpora kemarin itu antara Rp 400 miliar, pengajuan saya Rp 580 miliar. Untuk tribun keliling, dulu proposal yang saya ajukan Rp 800 miliar, kemarin sudah saya sampaikan ke presiden," bebernya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS