Sukses

Pensiun Menteri Keuangan, Sri Mulyani Tertarik Jadi Chef

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengisahkan tujuannya jika tak menjabat sebagai bendahara negara. Setidaknya ada dua pilihan yang ia siapkan.

Pertama, ia ingin menekuni karir sebagai guru atau tanaga pegajar. Disamping itu, pada konteks ini pula Sri Mulyani ingin menjadi seorang peneliti.

Kedua, ia tercetus ingin menjadi seorang juru masak atau chef. Hal kedua ini diakuinya baru terpikir baru-baru ini.

"Satu, saya ingin jadi guru, jadi dosen dan peneliti, karena selama ini kan selain menjadi menteri adalah pengajar di Universitas," kata dia dalam pembukaan Olimpiase APBN 2022, Minggu (25/9/2022).

"Tapi saya pikir-pikir sekarang saya ingin jadi chef juga kali ya, jadi tukang masak," imbuhnya singkat.

Keinginannya ini terungkap saat menjawab pertanyaan dari siswi SMA Negeri 1 Gunungsari. Ia ditanya akan menjadi apa jika tak masuk di kabinet sebagai Menteri Keuangan.

Tanya jawab interaktif ini jadi bagian rangkaian dari pembukaan Olimpiade APBN 2022. Sedikitnya ada sekitar 5.000 tim yang akan ikut olimliadi, ditambah ada 500 orang yang akan mengikuti lomba debat APBN 2022.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Pejabat Bank Dunia

Pada kesempatan terpisah, Sri Mulyani juga ditanya tentang alasannya memilih menjadi menteri keuangan padahal ia sedang menjabat sebagai Managing Director World Bank. Ia menyebut ini sebagai tugas kenegaraan.

"Menjadi menteri keuangan itu adalah panggilan negara, itu adalah tugas negara. Jadi kalau kita sebagai warga negara Indonesia, meskipun kita miliki karir yang bagus, kita dapatkan hal yang baik tapi kalau negara kita memanggil, meminta kembali untuk berbakti, kalian harus hadir. Harus menyediakan diri," terangnya.

"Sama seperti waktu itu, saya sipanggil pulang kembali, oleh bapak presiden untuk menjadi Menteri Keuangan, dan itu berarti memiliki tugas untuk mengelola keuangan negara," tambahnya.

Menkeu Sri Mulyani menyebut dalam peralihan jabatan itu, ada proses komunikasi yang cukup intens. Setelah melalui proses komunikasi itu, baru ia berani mengambik keputusan bergabung dengan kabinet Indonesia Maju, sebagai menteri keuangan.

 

3 dari 3 halaman

Lebih Baik di G20

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai kalau Indonesia ternyata lebih baik dari negara di ASEAN dan bahkan negara G20 sekalipun. Pernyataan ini berdasarkan prestasi yang dicapai Indonesia pasca pandemi.

Sri Mulyani mengungkap, prestasi itu adalah perolehan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang bisa menyentuh level normal seperti sebelum pandemi. Capaian ini diperoleh pada 2021.

Menurutnya, prestasi ini hanya bisa didapat oleh segelintir negara saja di dunia, salah satunya Indonesia. Dimana, banyak negara G20 dan ASEAN, dan negara lainnya belum mampu memulihkan PDB-nya.

"Kita termasuk negara sedikit negara yang pada tahun 2021 tahun lalu, sudah bisa GDP-nya, ekonominya melewati masa pre-pandemic, yaitu 2019, bahkan pertengahan tahun, itu luar biasa," kata dia dalam Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2022, di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Kamis (22/9/2022).

"Banyak negara kalau kita bicara ASEAN, G20, atau negara lain di luar negara G20 atau ASEAN banyak yang bahkan sampai hari ini belum mencapai atau pulih ekonominya melewati kondisi pre pandemic," tambah bendahara negara.

Prestasi ini, menurutnya, tak terlepas dari peran dari Kementerian dan Lembaga, serta para kepala daerah dalam mengelola anggaran yang didapatkannya. Sehingga, mampu mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.

Kebijakan yang diambil saat pandemi Covid-19 adalah banyaknya realokasi anggaran untuk menangani pandemi. Disamping, sambil berusaha untuk memulihkan ekonomi yang sempat terpukul.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.