Sukses

Top 3: Jakarta Bakal Dibanjiri Cabai dari Sulawesi Selatan

Liputan6.com, Jakarta - Harga cabai di Jakarta masih mahal yaitu di kisaran Rp 70 ribu per kilogram (kg) hingga Rp 100 ribu per kg. Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) pun turun tangan untuk mengatasi hal tersebut.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, NFA akan mengirim produk cabai dari Sulawesi Selatan ke Jakarta. Langkah pengiriman cabai ini untuk membanjiri pasokan di Jakarta dengan tujuan menurunkan harga.

Artikel mengenai cabai ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu 19 Juni 2022:

1. Turunkan Harga, Jakarta Bakal Dibanjiri Cabai dari Sulawesi Selatan

Badan Pangan Nasional (National Food Agency, NFA) akan mengirim produk cabai dari Sulawesi Selatan ke Jakarta. Langkah pengiriman cabai ini untuk membanjiri pasokan di Jakarta dengan tujuan menurunkan harga.

"Saya meninjau secara langsung kedatangan cabai dari Sulsel di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta (PIKJ), tahap awal dalam 2 hari ini terpasok sejumlah 1,8 ton dan 1,7 ton, selanjutnya akan terus dipasok sampai harga cabai kembali normal," kata Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.

Penambahan pasokan cabai ini efektif untuk mengintervensi harga di tingkat pasar tradisional. Berdasarkan data laporan harga di Pasar Induk Kramat Jati, harga cabai rawit merah pada Kamis 16 Juni 2022 turun sekitar Rp 10 ribu dari hari sebelumnya menjadi Rp 75 ribu per kg.

Simak artikel selengkapnya di sini

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

2. Daftar 9 Obligor BLBI yang Asetnya Sudah Disita oleh Mahfud MD Dkk

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membentuk Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI atau Satgas BLBI pada Juni 2021. Satgas ini telah bekerja kurang lebih satu tahun dan sudha menyita banyak aset dari para olbigor BLBI.

Sebagai dewan pengarah Satgas BLBI ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dan juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sedangkan sebagai Letua Satgas BLBI adalah Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rionald Silaban.

Satgas BLBI dibentuk dalam rangka penanganan dan pemulihan hak negara berupa hak tagih negara atas sisa piutang negara dari dana BLBI maupun aset properti. Ini mengakibatkan kerugian negara mencapai sekitar Rp 110,4 triliun.

Simak artikel selengkapnya di sini

 

3 dari 3 halaman

3. Lagi Viral Begal Rekening, Yuk Kenali Modus Kejahatannya

Otoritas Jasa keuangan (OJK) mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai aksi kejahatan digital dengan modus social engineering alias soceng. Kejahatan soceng alias begal rekening ini tengah viral setelah sejumlah nasabah melaporkan kehilangan isi tabungan dalam jumlah besar.

Social engineering sendiri merupakan tindak kejahatan yang memanipulasi psikologis korban untuk membocorkan data pribadi dan data perbankan korban.

OJK mencatat, setidaknya ada empat modus yang perlu diketahui masyarakat agar terhindar dari kejahatan soceng yang tengah merajalela.

Simak artikel selengkapnya di sini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.