Sukses

Deretan Komisaris di BUMN dan Anak Usahanya yang Tuai Kontroversi

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melakukan perombakan jajaran komisaris di BUMN untuk meningkatkan kinerja. Namun kadang-kadang, perombakan tersebut justru menimbulkan kontroversi.

Misalnya, komisaris yang ditunjuk memiliki latar belakang yang tidak cocok dengan bidang perusahaan. Padahal tugas komisaris adalah melakukan pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan yang dilakukan oleh direksi.

Hal ini tentu saja menarik perhatian banyak pihak. Dirangkum Liputan6.com, Kamis (5/8/2021), berikut ini beberapa nama Komisaris BUMN dan anak usaha yang menuai kontroversi belakangan:

Komisaris Pupuk Iskandar Muda Emir Moeis

 

Pemegang saham PT Pupuk Iskandar Muda menunjuk Izedrik Emir Moeis untuk menduduki jabatan komisaris. Penunjukan ini efektif sejak 18 Februari 2021.

"Sejak tanggal 18 Februari 2021 ditunjuk oleh Pemegang Saham sebagai Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda," seperti dikutip dari situs resmi Pupuk Iskandar Muda yaitu pim.co.id, Kamis (4/8/2021).

Emir Moeis memulai karir di 1975 sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Manager Bisnis di PT Tirta Menggala. Menjabat sebagai Direktur Utama di beberapa perusahaan swasta pada 1980 – 2000.

Selanjutnya Emir Moeis pada tahun 2000 -2013 menjabat sebagai salah satu anggota DPR RI.

Penunjukan ini mendapat kritik dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Koordinator ICW Adnan Topan Husodo menilai dengan diangkatnya Emir Moeis seolah memperlihatkan Indonesia kekurangan sosok yang kredibel. Menurut Adnan, penunjukan ini sudah melanggar prinsip dasar pemerintahan yang bersih.

Hal ini karena dia terjerat kasus korupsi dan ditetapkan menjadi tersangka pada 26 Juli 2012. Dia dijatuhi hukuman pidana 3 tahun dan denda Rp 150 juta oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 2014.

 

2 dari 4 halaman

Komisaris Askrindo Kemal Arsjad

Sosok Kemal Arsjad mendadak jadi perbincangan publik usai cuitannya di akun media sosial tersebar luas. Kemal diketahui merupakan salah satu komisaris di BUMN penjaminan, PT Askrindo.

Cuitan bernada menghina tersebut ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Meski sudah menghapus tweet dan meminta maaf, Kemal sudah terlanjur jadi buah bibir warganet.

Dikutip dari situs resmi PT Askrindo, Rabu (30/6/2021), Kemal ditetapkan sebagai Komisaris Askrindo berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-18/MBU/01/2021 sejak 18 Januari 2021 lalu.

Sementara melalui akun Linkedinnya, Kemal Arsjad, dirinya merupakan lulusan Universitas Pelita Harapan jurusan Marketing dan Finance tahun 1994-2001.

Dirinya pernah menjabat sebagai Business Development di PT Elnusa pada 2001-2003, lalu pindah menjadi CEO Better-B pada 2009-2014.

 

3 dari 4 halaman

Wakil Komisaris Utama BRI Ari Kuncoro

Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro menjadi sorotan setelah diketahui merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI). Mengacu pada Statuta UI, rektor dilarang merangkap jabatan.

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Abdullah Ubaid mendesak supaya Ari Kuncoro meletakkan jabatannya sebagai pimpinan di Kampus Kuning tersebut.

Apa yang dilakukan Ari, menurut Ubaid, merupakan sebuah contoh perilaku cacat moral.

Ubaid memandang, rangkap jabatan Ari Kuncoro merupakan sebuah pelanggaran serius. Pelanggaran itu bukan melulu soal rangkap jabatan, melainkan juga menyangkut konflik kepentingan antara kedua jabatan yang diduduki Ari.

Tak lama setelah adanya banyak kritik, Ari Kuncoro akhirnya menguncurkan diri. Sehubungan itu, BRI menerbitkan Keterbukaan informasi pada 22 Juli 2021, bertepatan dengan jadwal gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan.

Manajemen BRI mengungkapkan, Kementerian BUMN telah menerima surat pengunduran diri Ari Kuncoro dari jabatannya sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Perseroan per 21 Juli 2021.

 

 

 

4 dari 4 halaman

Komisaris Waskita Karya Muradi

Finalis Miss Landscape International 2019 perwakilan Indonesia, Era Setyowati mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Secara mengejutkan Era mengadukan Guru Besar Fisip Unpad Profesor Muradi dengan tuduhan kasus dugaan penelantaran anak.

Dikutip dari Merdeka.com, Muradi melalui kuasa hukumnya, Patrice Rio Capella kemudian mempertanyakan anak yang diakui Sierra sebagai buah cintanya bersama Muradi. Bahkan Muradi bahkan menantang untuk melakukan tes DNA.

Tujuannya tentu saja jelas untuk memastikan bahwa bayi berusia delapan bulan anak Sierra ini merupakan buah cintanya bersama Muradi atau bukan. Namun, tantangan tes DNA ini justru sempat ditolak Sierra.

Muradi sendiri bukan sosok sembarangan. Dia merupakan salah satu Komisaris Independen PT Waskita Karya (Persero). Ia menduduki posisi tersebut sejak RUPS pada 6 April 2018.

Dikutip dari laman resmi Waskita Karya, Muradi termasuk sosok dekat lingkaran Istana. Dia pernah menduduki posisi Staf Ahli Bidang Politik, Pertahanan, dan Keamanan di Kantor Staf Presiden (KSP) periode 2015-2018. Muradi juga tercatat menjadi Penasihat Ahli Kapolri Bidang Keamanan dan Politik sejak 2015 sampai sekarang).

Jabatan lainnya, Muradi merupakan Direktur Program Pasca Sarjana Ilmu Politik Unpad sejak 2016 sampai sekarang) dan Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Unpad.

Muradi menempuh pendidikan doktoralnya di Flinders University, Australia (2021). Lalu Master Kajian Strategic dari Rajaratnam School of International Studies, NTU, Singapura (2008), dan Magister Politik Unpad Bandung (2000). Muradi juga dikenal dengan riwayat panjangnya sebagai aktivis pergerakan mahasiswa.