Sukses

Restrukturisasi Kredit Bank BUMN Bantu Kebangkitan UMKM

Liputan6.com, Jakarta - Upaya perbankan nasional khususnya bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) dalam membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, yang terkena imbas pandemi Covid-19, mulai membuahkan hasil.

Ini setidaknya terlihat dari nilai total restrukturisasi kredit yang dilakukan bank pelat merah sepanjang semester pertama tahun ini. Dalam laporan kinerja kuartal II 2021, Bank Mandiri, BRI dan BNI masing-masing telah mengalami penurunan baki restrukturisasi kredit para debitur UMKM.

"Pada bulan April-Juni 2021 terlihat adanya penurunan jumlah kredit yang disetujui untuk restrukturisasi. Kondisi ini sejalan karena sempat ada pemulihan ekonomi, ditunjukkan oleh IKK diatas 107 dan PMI manufaktur dilevel 53 atau tahap ekspansi," kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Namun demikian, restrukturisasi kredit UMKM yang dilakukan bank BUMN dinilai sangat membantu program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Apalagi restrukturisasi itu dilakukan dengan kombinasi pemberian stimulus pada penyaluran KUR.

"Sebaiknya pemerintah lebih mendorong restrukturisasi bagi debitur UMKM melalui bank BUMN dengan catatan PMN-nya ditambah sebagai stimulus," kata dia.

Sebelumnya, hingga akhir Maret 2021, total restrukturisasi kredit yang disetujui PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah mencapai Rp 124,2 triliun. Keringanan pembayaran kredit ini diberikan kepada 547.792 debitur.

"Bank Mandiri memberikan restrukturisasi untuk yang terdampak pandemi lebih dari 547 ribu dengan nilai kredit yang disetujui Rp 124,2 triliun," kata Direktur Manajemen Risiko, Bank Mandiri, Ahmad Siddik Badruddin dalam Konferensi Pers Virtual Paparan Kinerja Kuartal I Bank Mandiri.

Dari nilai tersebut, hingga Juni 2021, total baki debet restrukturisasi covid-19 mencapai Rp 96,5 triliun. Dari jumlah itu, 62 persen kredit yang direstrukturisasi adalah sektor UMKM.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Penyaluran Kredit UMKM

PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero), juga menjalankan program restrukturisasi kredit UMKM. Dari catatan BNI diketahui akumulasi restrukturisasi kredit terdampak covid-19 sejak pandemi Maret 2020 hingga Mei 2021 mencapai Rp 123 triliun.

Restrukturisasi kredit itu diberikan BNI kepada lebih dari 187.000 debitur. Adapun per Mei 2021, nilai outstanding restrukturisasi turun menjadi Rp 82 triliun.

Untuk UMKM, akumulasi restrukturisasi kredit sekitar Rp 35 triliun kepada lebih dari 112.000 debitur. Saat ini outstanding restrukturisasi tersebut sudah menjadi Rp 21,1 triliun.

Sementara untuk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero), hingga Juni 2021, data outstanding kredit restrukturisasi BRI akibat terdampak covid-19 sudah mencapai Rp 175,1 triliun. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar Rp 55,4 triliun dari total akumulasi yang direstrukturisasi.

Pelaksanaan restrukturisasi kredit UMKM dalam kerangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut, nyatanya tidak menyurutkan minat perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor UMKM.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, kredit ke UMKM semakin meningkat seiring upaya regulator mendorong perbankan menyalurkan pembiayaan ke sektor ini. Kredit ke sektor UMKM pada Juni 2021 tumbuh 1,9 oersen year on year (YoY) menjadi Rp 1.035,2 triliun.

Setali tiga uang, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga mengalami kenaikan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam data terkininya menyebutkan, hingga 25 Juli 2021, realisasi penyaluran KUR nasional tercatat Rp 143,14 triliun yang disalurkan kepada 3,87 juta debitur.

Dari jumlah tersebut, hingga paruh pertama tahun ini, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 19,68 triliun atau 63,5 persen dari target tahun 2021, kepada 200.339 debitur UMKM.

Kendati masih dalam situasi covid-19, penyaluran KUR Bank Mandiri tetap termitigasi dengan baik. Hal ini tercermin dari kualitas portofolio KUR Bank Mandiri yang mampu terjaga baik dengan total non performing loan (NPL) di posisi 0,45 persen per 30 Juni 2021.