Sukses

Erick Thohir: Rakyat Harus Segera Sehat

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir ingin masyarakat yang tengah berjuang melawan virus Covid-19 bisa segera sembuh. Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan mengubah Asrama Haji Pondok Gede menjasi rumah sakit tambahan untuk menangani pasien Covid-19.

Erick Thohir mengatakan, langkah tersebut menjadi sebuah upaya pemerintah untuk hadir ke masyarakat. Perubahan Asrama Haji menjadi Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi merupakan bentuk kolaborasi antar kementerian dan BUMN.

“Negara hadir hari ini, tidak lain ingin memastikan rakyat kita sembuh dari covid ini, semua kementerian bekerja 24 jam, jangan pernah lelah, kita melayani rakyat kita,” kata Erick Thohir dalam cuplikan yang di unggahnya di instagram, Kamis (22/7/2021).

Tak lupa, ia mengatakan kalau upaya-upaya ini merupakan bagian dari pembuktian bahwa Indonesia mampu melewati gelombang Covid-19.

“Percayalah mudah-mudahan ini jadi bagian bagaimana kita memperlihatkan kepada dunia, kalau Amerika bisa, China bisa, Jepang bisa, masa Indonesia tidak bisa?” kata Erick Thohir.

 

2 dari 3 halaman

Minta Maaf

Dengan demikian, atas berbagai upaya yang dilakukan Kementerian BUMN dalam menangani tingkat penularan Covid-19, Erick berharap RSPJ Ekstensi mampu mendorong tingkat kesembuhan masyarakat.

Selain itu, ia juga berharap RSPJ Ekstensi ini mampu membawa keselamatan bagi seluruh pihak yang membantu dalam penanganan.

“Kami Kementerian BUMN, dengan segala kerendahan hati meminta maaf jika penugasan-penugasan yang diberikan kepada kami, belum bisa kami lakukan dengan sempurna. Semoga Indonesia segera terbebas dari pandemi Covid-19, Insya Allah!” katanya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

  • Erick Thohir kini menjabat sebagai Menteri BUMN di Kabinet Indonesia Maju.
    Erick Thohir
  • BUMN adalah singkatan dari Badan Usaha Milik Negara yang beroperasi di Indonesia.
    BUMN
  • Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China
    COVID-19