Sukses

Tak Semua Pembelian di Harbolnas Ramadan Gratis Ongkos Kirim

Liputan6.com, Jakarta - Tak semua platform perdagangan digital atau e-commerce mendapatkan subsidi ongkos kirim (ongkir) saat perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadan 2021. Hal ini, karena pentingnya menjaga akuntabilitas dari program subsidi ongkir belanjaan masyarakat saat Harbolnas Ramadan 2021.

"Terkait akuntabilitas menjadi penting karena itu sistemnya beberapa platform akan menanggung sendiri ongkos kirimnya jadi itu nanti kami akan lihat mana yang ditanggung pemerintah," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Pada dasarnya skema ini juga sudah pernah dilakukan oleh para platform e-commerce di mana pada saat-saat tertentu ongkir akan ditanggung sendiri. Oleh karenanya, ini dipastikannya tidak akan menjadi beban bagi penyedia e-commerce.

"Pemerintah sudah menyiapkan paketnya dan sudah membicarakan dengan para platform dan pada prinsipnya para platform juga ingin berkontribusi artinya para platform juga akan menanggung ongkos kirim," tutur Airlangga.

Hingga saat ini, aturan main dari program Harbolnas Ramadan 2021 kata Airlangga, sedang disiapkan oleh Kementerian Perdagangan. Program tersebut, nantinya juga akan disesuaikan dengan industri ritel maupun pengelola pasar atau mall.

"Dan ada usulan dari industri ritel dan pengelola pasar dan mal ini pemerintah sedang mempersiapkan kegiatan-kegiatan yang sejalan dengan industri otomotif dan properti. Nah ini sedang dikaji secara lebih dalam dan waktu singkat akan diumumkan," papar Airlangga.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Harbolnas Ramadan Digelar H-10 Lebaran dan Gratis Ongkos Kirim

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan jika pemerintah akan menggelar Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadan selama 5 hari menjelang Idulfitri (H-10 sampai H-6).

Dalam program ini, pemerintah akan menanggung biaya pengiriman barang yang dipesan masyarakat. “Ongkos kirim ditanggung oleh pemerintah ataupun platform digital,” ujar dia seperti melansir laman Sekretariat Kabinet, Rabu (21/4/2021).

Airlangga memaparkan pada bulan April 2021 terjadi peningkatan pertumbuhan belanja nasional yang cukup tajam. Ini berdasarkan big data dari perbankan, di mana terlihat pertumbuhan belanja nasional di bulan April.

Terjadi kenaikan belanja yang cukup besar sebesar 32,48 persen (year-on-year/YoY) untuk yang non-seasonally adjusted. "Kemudian 13,11 persen (YoY) untuk yang seasonally adjusted,” ungkap dia.

Selain capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang mencatatkan rekor tertinggi di level 53,2, sektor industri juga mencatatkan pertumbuhan penerimaan yang cukup signifikan.

“Penerimaan sektor industri, ini mengalami kenaikan, yaitu tumbuh 10,26 persen (YoY), itu untuk non-seasonally adjusted dan 1,46 persen (YoY) yang seasonally adjusted,” ujar Airlangga.

Sebelumnya Airlangga Hartarto menyebut, pemerintah akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk mendukung Harbolnas Ramadan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mensubsidi biaya ongkos kirim pembelian melalui platform online.

"Di mana untuk hari belanja nasional melalui online itu ditujukan untuk produk nasional dan pemerintah akan mensubsidi ongkos kirim sehingga pemerintah menyiapkan Rp 500 miliar," katanya usai sidang rapat kabinet, Rabu (7/4/2021).

Pemerintah berharap dengan pemberian subsidi ini produk penjualan UMKM Tanah Air bisa meningkat tajam. Sehingga akan mendorong pemulihan ekonomi nasional.