Sukses

Pemerintah Rancang Proyek Bakauheni Harbour City di Lampung, Seperti Apa?

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah berencana membangun proyek Bakauheni Harbour City. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan perekonomian di kawasan pariwisata Bakauheni.

Direktur Utama (Dirut) PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Ira Puspadewi mengatakan proyek strategis ini memiliki potensi besar untuk menciptakan hub pariwisata di Lampung. Apalagi, kawasan Bakauheni memiliki ragam objek wisata sejarah, alam dan pariwisata minat khusus.

"Wilayah Bakauheni ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu hub pariwisata Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan," kata Ira dalam rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (27/11/2021).

Nantinya, pelabuhan ini akan dibangun seluas 214 hektar. Selain pelabuhan, akan dibangun Taman Budaya Menara Siger, Intermoda Terminal, Marina Village, Bakauheni Harbour Park dan Mangrove Forest.

Semua itu akan dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang, villa, dan taman bermain di dalam kawasannya.

Ira ingin agar kawasan Bakauheni dapat menjadi destinasi pariwisata berskala internasional. Bukan hanya menjadi pelabuhan penyeberangan yang berkontribusi sebesar 42,2 persen atau sekitar 20,7 juta penumpang per tahunnya.

Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kawasan tersebut juga bisa digunakan sebagai lahan hortikultura. Serupa dengan yang dibangun di daerah Toba sehingga dapat menjadi penopang kebutuhan pangan di Indonesia.

Rencana tersebut sesuai dengan keinginan Pemerintah Provinsi Lampung yang memiliki lahan perkebunan dengan ketinggian 700-1200 kilometer di atas laut.

"Saya berharap pembangunan transportasi dan infrastruktur di wilayah ini dapat berjalan lancar dan segera selesai. Perlu diingat bahwa semua pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi dan efisien," kata Luhut.

 

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Ada Tol, Jokowi: Bakauheni-Palembang Kini Hanya Perlu Waktu 3,5 Jam

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, jalan Tol Kayu Agung-Palembang dapat memangkas waktu perjalanan darat dari Pelabuhan Bakauheni-Palembang. Biasanya, perjalanan dari kawasan Pelabuhan Bakauheni ke Palembang membutuhkan waktu 12 jam.

"Dengan selesai dan beroperasinya jalan tol ini, jarak tempuh dari Bakauheni ke Palembang yang berjarak 373 km yang biasanya ditempuh, ini saya mendengar, biasanya ditempuh 12 jam perjalanan darat. Sekarang hanya perlu waktu 3-3,5 jam," jelas Jokowi saat meresmikan jalan Tol Kayu Agung-Palembang di Gerbang Tol Kramasan Sumatera Selatan, Selasa (26/1/2021).

Menurut dia, keberadaan jalan tol sepanjang 42,5 kilometer ini merupakan lompatan besar, karena dapat menghemat waktu tempuh via darat hingga 75 persen. Jokowi menuturkan efisiensi ini dapat menurunkan biaya logistik.

"Ini jelas akan memberikan kontribusi pada penurunan biaya logistik dan akan memberikan competitiveness daya saing yang besar bagi Palembang, bagi Lampung," ujarnya.

Dia menyampaikan, jalan Tol Kayu Agung-Palembang bukan hanya untuk menghubungkan antarwilayah dan daerah. Namun, juga untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di Pulau Sumatra, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan.

"Dan juga menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, mengembangkan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi yang produktif," kata Jokowi.

Sebelumnya, PT Waskita Karya elah menyelesaikan konstruksi Jalan Tol Kayu Agung -- Palembang -- Betung, ruas Kayu Agung -- Palembang sepanjang 42,5 KM. Pelaksanaan konstruksi jalan tol akan dilanjutkan untuk ruas Palembang -- Betung dengan total panjang konstruksi 69,46 KM.

President Director PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono mengatakan, sejak awal bulan April 2020, Waskita telah mengoperasikan seksi 1 dari 3 seksi ruas tol ini.

"Yaitu seksi Kayu Agung -- Palembang (sampai dengan Jakabaring) dengan Panjang 33,5 km dengan gratis dan merupakan kontribusi Waskita untuk masyarakat Sumsel khususnya dan kami akan menyelesaikan dalam waktu dekat sepanjang 9 km, sehingga terkoneksi dari Kayu Agung sampai Jalan lintas timur. Sehingga panjang total yg akan beroperasi adalah 42.5 km," kata Destiawan Soewardjono kepda wartawan, Jumat 16 Oktober 2020.

Sementara itu menurut Director of Operation II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Bambang Rianto, proyek Tol KAPB ruas Palembang -- Betung ini ditargetkan beroperasi pada tahun 2023 dan diharapkan dengan adanya pembangunan proyek ini dapat mengurangi kemacetan lalu lintas pada jalur lintas timur arah Palembang -- Jambi.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini