Sukses

Menteri Teten Ingin UMKM Kebagian Rp 400 T dari Rp 1.100 T Belanja Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki yakin UMKM akan bisa bertahan hidup di tengah pandemi Corona. 
 
UMKM dinilai sudah memiliki daya tahan, kemandirian serta kemampuan adaptasi yang baik dengan perubahan yang terjadi. 
 
"Saya percaya UMKM ini mandiri, sudah punya daya tahan, bisa adaptasi dari waktu ke waktu, nggak usah diajarin. Yang harus disiapkan itu bagaimana memberi perkakas buat mereka," ujar Teten di Gedung Kemenkop UKM, Jumat (22/5/2020). 
 
Perkakas yang dimaksud Teten adalah pembiayaan dan dorongan permintaan. Pembiayaan bisa diberikan pemerintah melalui stimulus yang saat ini digelontorkan seperti penundaan cicilan hingga pembayaran bunga kredit. 
 
Sementara untuk permintaan, ada beberapa langkah yang sudah dilakukan pemerintah, seperti memfokuskan belanja Kementerian dan Lembaga agar diprioritaskan ke produk UMKM. 
 
"Belanja pemerintah kan sekitar Rp 1.100 triliun. Nah, kalau Rp 400 triliunnya ke UKM saja sudah bagus itu," ujarnya.
 
Selain itu, pemerintah melalui BUMN pangan juga sudah diminta untuk menyerap hasil pangan dan ternak dari UMKM agar harga jual stabil dan membantu usaha para pelaku UMKM. 
 
"Misalnya seperti ayam, itu kan diserap BUMN pangan, kalau daging itu bisa dibekukan. Seperti itu," ujar Teten.
2 dari 2 halaman

Menkop UKM Terima Bantuan Paket Sembako Alumni ITS untuk UMKM

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki beserta jajaran pejabat Kementerian Koperasi dan UKM menerima bantuan 1000 paket sembako dari Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk disalurkan ke UMKM-UMKM terdampak Corona.

Teten mengapresiasi bantuan yang telah diberikan oleh Alumni ITS karena di tengah pandemi seperti sekarang, banyak UMKM yang pendapatannya tergerus, menyebabkan para pelakunya sulit menjalankan kehidupan sehari-hari.

"Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Alumni ITS yang sudah banyak memberi bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19, terutama UMKM. Betul ada sebagian besar UMKM yang usahanya terganggu, banyak yang kehilangan pekerjaan, makanya kita juga mau mereka dapat bantuan," kata Teten di Gedung Kemenkop UKM, Jumat (22/3/2020).

Sementara itu Ketua Ikatan Alumni ITS Sutopo Kristanto menyatakan, tidak ada alasan khusus mengapa penyaluran bantuan paket sembako ini disalurkan ke UMKM. Yang jelas, hubungan alumni ITS dengan UMKM sangat erat, sehingga mereka merasa terpanggil untuk membantu di tengah krisis.

"Keluarga ITS ini sangat dekat sekali dengan UMKM. Akibat pandemi ini, kami merasa terpanggil untuk memberikan apa yang bisa kita lakukan untuk mereka," kata Sutopi.

Lebih lanjut, Teten berharap jika langkah Alumni ITS ini dapat membuka kesempatan yang lain untuk ikut membantu UMKM yang terdampak Corona. Pemerintah, ujarnya, tidak dapat bekerja sendirian.

"Pemerintah nggak bisa sendirian karena yang diurus besar dan banyak, anggaran sudah ditarik lagi 35 persen untuk program seperti Bansos dan lainnya. Jadi atas bantuan ini, saya berterimakasih sekali," tutup Teten.