Sukses

Gubernur The Fed Ingatkan Resesi Ekonomi Akibat Corona Bisa Berlangsung Lama

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memperingatkan ancaman resesi berkepanjangan akibat wabah virus Corona. Kongres dan Gedung Putih didesak untuk bertindak lebih jauh untuk mencegah kerusakan ekonomi jangka panjang. 

Berbicara di Washington, Powell mengatakan sementara waktu upaya pemberian bantuan oleh Federal Reserve maupun Kongres telah membantu.

Meski demikian, ketidakpastian pandemi mengancam terjadinya resesi yang lebih dalam dan lebih lama, yang dapat menyebabkan kerusakan berkelanjutan pada produktivitas ekonomi AS.

"Kepailitan rumah tangga dan bisnis yang dapat dihindari dapat membebani pertumbuhan untuk tahun-tahun mendatang," jelas dia seperti mengutip laman Voice of America, Kamis (14/5/2020). 

Powell mengatakan bantuan penyelamatan tambahan dari Kongres, meskipun mahal, akan layak jika bisa membantu menghindari kerusakan ekonomi dalam jangka panjang. "Dan membuat kita mencapai pemulihan yang lebih kuat," jelas dia.

Powell menyebut itu menjadi keputusan perwakilan warga AS yang sudah terpilih yang memegang kekuasaan perpajakan dan pengeluaran.

 

2 dari 2 halaman

Intervensi The Fed

Powell bersuara sehari usai Ketua DPR Nancy Pelosi dari Demokrat, mengusulkan paket bantuan  senilai USD 3 triliun yang akan ditujukan bantuan ke usaha kecil, pemerintah negara bagian dan lokal serta lembaga-lembaga.

RUU ini akan mengikuti sekitar USD 3 triliun bantuan keuangan sebelumnya yang telah disediakan pemerintah. 

Sementara itu, para pemimpin di Senat yang dikendalikan Partai Republik langsung menolaknya. Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell mengatakan Kongres tidak dapat "menopang perekonomian selamanya."

The Fed sendiri juga telah melakukan intervensi dengan memangkas suku bunga mendekati nol dan menciptakan berbagai program pinjaman darurat. 

Tetapi Powell mengulangi peringatan sebelumnya bahwa The Fed dapat memberikan bantuan kepada perusahaan-perusahaan agar bisa bertahan melalui krisis.

Tetapi keterpurukan yang lebih lama mengancam perusahaan menuju kebangkrutan bila tanpa bantuan lebih lanjut dari pemerintah.