Sukses

Tak Terbang ke China, Menhub Ajak Maskapai Ekspansi ke Asia Selatan

Liputan6.com, Jakarta - Wabah virus Corona di Wuhan, China menyebar lebih cepat dari dugaan. Bahkan, sudah terdeteksi kematian pasien Corona di luar China, membuat seluruh pihak mengencangkan sabuk keamanan, termasuk Indonesia.

Pembatalan penerbangan dari dan ke China membuat beberapa pesawat maskapai reguler maupun carter terpaksa dikandangkan. Agar tidak mubazir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuka kemungkinan pengalihan rute bagi maskapai penerbangan yang memiliki jadwal perjalanan dari dan ke China.

"Ada 2 tempat yang mungkin mereka (maskapai) setuju (untuk reroute), seperti di Asia Selatan seperti India, Pakistan, Nepal, itu belum punya konektivitas yang maksimal, lalu Australia juga, itu yang akan digarap," ujar Menhub di Kementerian Perhubungan, Senin (3/2/2020).

Selain itu, terkait pembatalan tiket pesawat akibat virus corona ini, Menhub menyatakan akan mengkaji skema terbaik yang tidak merugikan konsumen. Apakah dengan melakukan refund (pengembalian uang) atau diberlakukan pengalihan ke destinasi lain dan sebagainya.

 

2 dari 3 halaman

Tanggung Jawab Maskapai

Namun begitu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto menyatakan, jika mengikuti kebijakan pemerintah harusnya maskapai mengembalikan dana tiket atau melakukan re-route ke destinasi lain.

Dirinya menyatakan akan membahas hal ini bersama dengan operator bandara dan maskapai untuk mendapatkan data yang akurat.

"Sore ini akan dibahas dengan operator bandara dan airline (maskapai) untuk didata, hitung sberapa jauh dampak, dan sebagainya. Besok bisa tanya lagi," ujar Novie.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: