Sukses

Pergantian Direksi Asabri Harus Dapat Restu Prabowo

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengusulkan pimpinan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT Asabri (Persero) diisi oleh profesional non-prajurit. Selama ini memang kepengurusan Asabri banyak diisi oleh tentara.

Staf Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, usulan Luhut bisa saja dilakukan. Pasalnya Asabri merupakan perusahaan berjenis PT (Perseroan Terbatas).

Hanya saja hal itu perlu dibahas dengan para pemegang saham dan kementerian teknis terkait. Dalam hal ini Arya menyebut Kementerian Pertahanan.

Peran Prabowo Subianto sebagai menteri sangat berpengaruh besar karena Asabri berada di bawah Kementerian Pertahanan.

"Jadi akan sangat mempertimbangkan Pak Prabowo juga," kata Arya di Upnormal Coffe, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020).

Arya menyebut, dugaan penyelewengan dana di Asabri saat ini tengah diproses lintas kementerian. Penanganannya pun tidak sama dengan masalah asuransi lainnya. Sebab Asabri tidak bisa dibantu dengan mendatangkan investor.

"Tidak ada investor bisa masuk (ke Asabri) karena dana sosial, itu lagi ditanggulangi," ujarnya.

Meski begitu, Arya memastikan pencairan dana Asabri tidak akan berpengaruh. Berbagai klaim yang diajukan akan dibayarkan.

"Klaim-klaim bisa dibayarkan, kapan pun," ujarnya.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Polri Bentuk Tim Gabungan Tangani Kasus Asabri

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menginstruksikan Kepala Bareskrim Polri Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim gabungan untuk menangani kasus di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Pernyataan Kapolri ini sekaligus menanggapi Menko Polhukam Mahfud Md.

"Oh iya. Saya sedang memerintahkan ke Bareskrim," kata Idham Azis di Lanud Halim Perdanakusuma, Jalan Rajawali Baru, Jakarta Timur, Jumat (17/1/2020).

Idham menerangkan, tim gabungan melibatkan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk melakukan langkah-langkah verifikasi dan penyelidikan kasus Asabri.

"Nanti saya akan cek bagaimana perkembangannya," ucap dia

Saat ini, sepengetahuan Idham, kasus Asabri baru masuk tahap verifikasi dan penyelidikan.

"Tentu langkah-langkah progresnya akan kita lihat ke depan. Dan nanti itu akan dikerjakan langsung oleh tim yang dipimpin oleh bapak Kepala Bareskrim Polri Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo," ucap dia.

Loading
Artikel Selanjutnya
Starbucks Lirik Green Investment di Papua dan Papua Barat
Artikel Selanjutnya
Luhut: Indonesia Butuh Investor Buat Bangun Ibu Kota, Tapi Jangan Sampai Dikendalikan