Sukses

Bisnis TniHub Tumbuh 268 Persen di 2019, Apa Rahasia Suksesnya?

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan rintisan (startup) yang bergelut di berbagai sektor kini terus bertumbuh di Indonesia. Tak bisa dipungkiri bahwa ranah bisnis e-commerce Tanah Air kini sangat berkembang, dimana beberapa perusahaan seperti Gojek, Tokopedia hingga Traveloka telah punya pasar konsumen yang sangat besar. 

Pemain-pemain baru kemudian coba menyentuh beberapa sektor yang belum banyak diisi perusahaan digital, seperti yang dilakukan TaniHub Group di sektor pertanian.

Hasilnya pun moncer, dimana TaniHub sukses meraih pertumbuhan bisnis atau Gross Merchandise Value (GMV) yang melonjak 268,2 persen dari tahun sebelumnya pada 2019 lalu.

Tak berhenti di situ, perusahaan e-commerce yang didirikan pada 2016 ini pun terus mematok target pertumbuhan bisnis hingga 5 kali lipat pada 2020.

Lantas, apa yang membuat TaniHub selaku startup pemula bisa tumbuh sangat pesat?

CEO dan Co-Founder TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan coba menjawabnya. "Faktor utamanya adalah kemampuan tim kita, resources. Kita percaya mereka adalah orang-orang yang luar biasa," ungkapnya saat berbincang-bincang dengan Liputan6.com di kantornya, Jakarta, dikutip Sabtu (18/1/2020).

Ivan juga menceritakan, pihaknya coba menerapkan Objective Key Result (OKR) ke dalam tim, yang memberikan kebebasan bagi tiap anggota untuk bisa mencapai target di luar batas yang telah ditetapkan.

"Tiap tim-tim itu mereka diberi kebebasan dalam hal mencapai sesuatu yang beyond our expectation. Mereka dilatih bagaimana untuk bisa meraih beyond our expectation," jelasnya.

Seluruh paham tersebut dikatakannya telah ditanamkan kepada setiap anggota sejak dari awal sekali. "Betul, dari awal," ujar Ivan.

2 dari 3 halaman

Kembangkan Agritech, Bisnis TaniHub Tumbuh 268 Persen di 2019

TaniHub Group sebagai startup agritech melaporkan pertumbuhan bisnis (Gross Merchandise Value (GMV) melonjak 268,2 persen pada 2019. Pencapaian ini didapat dalam waktu tiga tahun sejak TaniHub Group didirikan pada 2016.

"Tahun 2019 kemarin pertumbuhan revenue kita sebagai e-commerce hampir tiga kali lipat dari bisnis rantai pasok pertanian berbasis teknologi," kata CEO dan Co-Founder TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan di kantornya, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Ivan menuturkan, pihaknya saat ini telah memiliki tiga unit usaha, yakni TaniHub sebagai platform e-commerce hasil tani, TaniFund untuk pendanaan mitra petani, serta TaniSupply yang fokus kepada pengelolaan rantai pasok.

"Dengan adanya entitas tersendiri, kami akan jauh lebih agresif dalam mengembangkan bisnis rantai pasokan pertanian. TaniSupply melakukan proses pembelian dari petani. memproses komoditas di warehouse dari grading sampai quality assurance dan mendistribusikannya kepada klien maupun pelanggan," ungkapnya.

Dia menyampaikan, TaniHub saat ini telah membangun fasilitas distribusi regional (regional distribution center) di lima kota, yakni Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Untuk menunjang proses bisnis yang semakin cepat dan berkembang. TaniHub sedang mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) baru untuk mengintegrasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi, maupun distribusi.

 2 dari 2 halaman Jangkau Seluruh Indonesia  Program pertanian kekinian, TaniHub. foto: Bhisma Adinaya/TaniGroupKe depan, perusahaan rintisan ini berharap dapat menjangkau seluruh kota di Indonesia pada 2022 dengan pertimbangan potensi pasar yang masih sangat besar.

Berdasarkan data yang diperoleh TaniHub, Indonesia memiliki 5.700 produsen di industri pengolahan makanan (food processing industry) dan lebih dari 30 ribu outlet modern retailer (supermarket. hypermarket, dan lainlain).

Sejak tiga tahun terakhir, Ivan menyatakan, TaniHub telah membantu peningkatan produksi petani sebesar 30 persen dan pendapatan mereka secara umum sebesar 50 persen. Hingga kini, TaniHub disebutnya telah bermitra dengan lebih dari 30 ribu petani.

"Kami akan terus mengajak petani untuk mau bermitra dengan kami supaya pendapatan mereka terus meningkat. Kami juga terus berproses melatih mereka untuk semakin dekat dengan teknologi," tukas Ivan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Generasi Millenial Enggan Geluti Sektor Pertanian
Artikel Selanjutnya
Butuh Partisipasi Milenial untuk Transformasi Sektor Pertanian