Sukses

Rawat Keberagaman, Sri Mulyani Tak Ingin Pegawai Kemenkeu Cuma dari STAN

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani, menegaskan bahwa merawat keberagaman merupakan hal yang perlu dilakukan oleh semua pihak di Indonesia termasuk Kementerian Keuangan. Dia bahkan mengatakan keberadaan mesti diciptakan dengan sengaja.

Di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), jelas dia, upaya menciptakan keberagaman dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dalam proses rekrutmen pegawai.

"Bagi Kementerian keuangan kami coba menerjemahkan kesatuan dan keberagaman dan juga inklusi dalam proses di institusi kami. Sebagai menteri keuangan ada aturan terkait ASN yang harus dipatuhi, tapi kamu bisa melakukan upaya lebih untuk menciptakan keberagaman," kata Sri Mulyanidi acara Makara Human Behavior Studies in Asia dengan topik 'Challenges of Diversity Management in a Public Organization', Sabtu (12/10/2019).

Dia menjelaskan, dirinya tak mau para pegawai Kemenkeu hanya datang dari satu sekolah saja, yakni PKN STAN. "Contoh, mayoritas rekrutmen datang dari PKN STAN. Ketika saya jadi menteri Keuangan (di periode) sebelumnya, saya selalu katakan Kementerian Keuangan tidak bisa didominasi oleh satu sekolah," jelas dia.

Karena itu, pihaknya juga merekrut pegawai dari berbagai latar belakang universitas dan latar belakang studi. Dengan begitu, dapat tercipta keberagaman di institusi Kemenkeu.

"Jika hanya didominasi oleh satu sekolah, satu kelompok alumni, akan terefleksi dalam kebijakan dan sikap organisasi ini sangat berbahaya untuk Indonesia sebagai negara yang beragam," tegas Sri Mulyani.

"Jadi di samping tugas utama kami untuk mengatur keuangan negara, kami juga menciptakan dan mempertahankan kesatuan, keberagaman, dan mempromosikan keterbukaan," imbuhnya.

 

2 dari 3 halaman

Sri Mulyani Bagikan Tips jadi Akuntan Andal

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membagikan tips jitu untuk menjadi pelaku profesi keuangan andal. Profesi keuangan yang dimaksud antara lain akuntan, jasa penilai keuangan dan aktuaris. Menurutnya, sebagai seorang profesional hal yang harus dimiliki oleh akuntan adalah independensi.

"Sebagai seorang profesional, kita tentunya harus mampu menjaga independensi sebagai seorang pelaku profesi. Independensi dapat memengaruhi kualitas output dari hasil pekerjaan seorang profesi keuangan," ujarnya dalam sambutan di Dhanapala, Jakarta, pada Selasa 8 Oktober 2019.

Seorang profesional keuangan harus menyadari dengan penuh bahwa hasil pekerjaan akan mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomi oleh pengguna jasa dan pihak-pihak lainnya. 

"Seorang pengguna jasa yang datang ke kita tentunya memiliki kepentingan dan hasil pekerjaan kita akan digunakan oleh banyak pihak dengan kepentingannya masing-masing," jelas Sri Mulyani.

"Oleh karena itu, kita perlu menjaga professional scepticism dalam memberikan jasa, jangan sampai kita terjebak dalam skenario kepentingan orang lain," sambungnya.

Seorang akuntan juga harus memiliki etika lainnya yang tidak kalah pentingnya yaitu integritas. Setiap akuntan memiliki kode etik dan standar profesi yang mumpuni, namun tidak ada artinya jika tidak digunakan dalam pemberian jasa.

Integritas akan menentukan seberapa besar akuntan layak dipercaya oleh orang lain. Integritas akan menghasilkan reputasi dan prestasi sekaligus membangun brand untuk dapat dikenal oleh kalangan stakeholder.

"Dalam forum pada hari ini, saya ingin mengajak Bapak/Ibu dan anda-anda sekalian yang ada di ruangan ini, baik yang sudah menjadi profesi maupun calon-calon profesi keuangan, untuk turut berperan serta dalam menjaga dan meningkatkan independesi dan integritas dalam melakukan setiap pekerjaan," tandas Sri Mulyani.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: