Sukses

Tantangan Sektor Pertambangan di Era Revolusi Industri 4.0

Liputan6.com, Jakarta - Melimpahnya sumber daya alam di Indonesia tak lantas membuat negeri ini lepas dari permasalahan di sektor pertambangan. Saat ini, industri pertambangan Indonesia bahkan sedang menghadapi ujian berat.

Harga jual beberapa komoditas mineral dan batu bara sedang berada pada level kurang baik.  Di lain pihak, tuntutan yang harus dipenuhi masih cukup banyak. Kepatuhan kepada regulasi keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan, reklamasi, pasca-tambang, tanggung jawab sosial, serta kelangsungan bisnis juga tak dapat diabaikan. 

Kondisi ini memaksa manajemen perusahaan pertambangan berpikir lebih keras agar kinerja tetap sehat. Beragam upaya pun dilakukan. Efisiensi sistem operasi pertambangan melalui inovasi-inovasi keteknikan, administrasi, dan manajemen merupakan upaya-upaya yang terlihat dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut.

Kepala PPSDM Geominerba, Dwinugroho mengatakan, pentingnya membangun pemahaman dan kesepakatan dalam mengembangkan SDM di bidang geominerba. “Selama dua hari (11-12 September 2019), kita berkumpul dalam sebuah acara yang dinamakan Forum Kepala Dinas ESDM Seluruh Indonesia,” kata Dwinugroho dalam keterangan tertulis, Selasa (17/9/2019). 

“Forum ini bertujuan membangun sinergi dan merajut kerja sama dalam pengembangan SDM geominerba, juga berusaha menjawab tantangan industri pertambangan saat ini, dan masa mendatang.” kata dia.

Mengusung tema Kebijakan Pertambangan Minerba dan Pengembangan SDM Geominerba dalam Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0, forum ini ingin membangun pemahaman antar-pemangku kepentingan tentang pengembangan SDM geominerba khususnya pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Perguruan Tinggi.

“Selain itu juga menguatkan sinergi dan jejaring di antara Kementerian ESDM, khususnya BPSDM SDM ESDM, Dinas ESDM, dan perguruan tinggi,” ujar Dwinugroho menambahkan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Bambang Gatot Ariyono selaku pembicara utama acara gala dinner, mengusung tema Kebijakan Pertambangan Minerba dalam Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, KESDM telah menerapkan sistem digitalisasi pelaporan penjualan batubara, dengan meluncurkan aplikasi modul verifikasi penjualan (MVP). MVP merupakan salah satu aplikasi pada sektor mineral batubara, untuk meningkatkan akurasi data penjualan batu bara yang selama ini masih simpangsiur.

“MVP akan dikenalkan pada perusahaan industri pertambangan, dan dapat diterapkan dengan modifikasi yang sesuai kebutuhan di daerah masing-masing,” ujar Bambang.

2 dari 2 halaman

Siapkan SDM

Memasuki hari kedua gelaran Forum Kepala Dinas ESDM Seluruh Indonesia, Kamis (12/9), diisi pemaparan tiga narasumber. Pertama, Kepala PPSDM Geominerba, Dwinugroho, yang membahas tentang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Geominerba dalam menghadapi era 4.0.

Dilanjutkan Kepala Bidang Air Tanah dari Badan Geologi, Suyono, yang mengangkat tema terkait isu dan tantangan pengelolaan air tanah yang berwawasan lingkungan. Terakhir, Munsi dari PPSDM Geominerba yang membahas mengenai human – system – technology (One Stop Mining IT Solution).

Selain paparan tersebut, acara yang berlokasi di Museum Gunung Api dan Pusat Pelatihan Geominerba Batur, Kintamani ini juga diisi dengan empat penandatanganan kerja sama pengembangan SDM bidang Geominerba antara PPSDM Geominerba dengan Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara, Dinas ESDM Provinsi NTT, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, dan juga dengan Universitas Bangka Belitung.

Yang paling menarik antusiasme adalah site visit ke Kaldera Gunung Batur pada sore hari.Acara ini diikuti 64 peserta yang terdiri dari 27 Dinas ESDM Provinsi. Turut ambil bagian dalam acara ini adalah empat perguruan tinggi di Indonesia. Yaitu, Universitas Gadjah Mada, UPRI Makassar, Universitas Bangka Belitung dan Universitas Padjadjaran.

Penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk menyiapkan SDM yang mampu menghadapi menghadapi tantangan di era Revolusi Industri 4.0. Harapannya, gelaran forum ini tidak hanya dilakukan kali ini saja, tetapi menjadi agenda tahunan yang akan memperkuat peran para pemangku kepentingan di bidang geominerba. Alhasil, semua pihak terkait akan dapat memberi kontribusi terbaiknya untuk kemajuan bangsa dan negara.