Sukses

Cegah Pemadaman Listrik Terulang, PLN Studi Banding ke London

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) melakukan berbagai upaya perbaikan, agar pemadaman listrik hampir se-Jawa tidak terulang lagi. Di antaranya melakukan studi banding ke London Inggris.

Pelaksana tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan, ‎ada enam program utama perbaikan, tiga di antaranya berkaitan dengan program keteknisan. Pertama adalah mengevaluasi dan menyempurnakan pertahanan dan teknologi sistem kelistrikan Jawa Bali,‎ PLN pun melakukan studi banding ke London yang juga sempat mengalami pemadaman skala luas.

"Kami telah lakukan upaya-upaya, kami telah hubungi pihak manufaktur, kami juga akan lakukan studi banding ke beberapa negara terkait dengan blackout (pemadaman listrik di UK. Kita akan lihat perbandingan sistem kelistrikan di Indonesia khususnya di Jawa Bali dengan di London," kata Inten, saat menghadiri rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

‎Inten melanjutkan, untuk menghindari pemadaman listrik kembali terulang, PLN juga perbaikan sistem pengamanan yang berkaitan dengan pembangkit dan juga gardu induk, dalam hal ini PLN melibatkan perusahaan internasional General Electric dan Siemens untuk memperbarui teknologi.

‎"Kedua riview sistem proteksi, kami melibatkan manufaktur dari GE Siemens, untuk melihat apakah ada teknologi yang berkembang mengupdate sistem proteksi," tuturnya.

Perbaikan teknis berikutnya adalah pengamanan jalur sistem jaringan kelistrikan 500 kilo Volt (kV‎), 275 kV dan kV di Jawa Bali. PLN pun telah menandatangani kerjasama dengan TNI untuk memudahkan pemeliharaan jaringan transmisi dan meminimalisir pemicu gangguan kelistrikan untuk menekan potensi pemadaman listrik.

"Dilapanan dilakukan langkah kongret khususnya di area kritis seperti Cibinong-Gandul ada ikatan korban sutet, kami sudah kordinasi dengan TNI melakukan langkah langkah pemetaan," tandasnya.

2 dari 4 halaman

Cegah Hoaks, PLN Tingkatkan Layanan Pusat Informasi 123

PT PLN (Persero) akan meningkatkan kinerja pusat informasinya (contact center) 123. Fasilitas tersebut disediakan sebagai upaya perusahaan lebih dekat dengan pelanggan dan mencegah hoaks.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya M Ikhsan Asaad mengatakan, contact center merupakan kepanjangan tangan perusahaan dalam melayani masyarakat.

Fasilitas tersebut disediakan tidak hanya menerima keluhan pelanggan tetapi juga melayani penyambungan baru dan tambah daya tanpa harus ke kantor PLN.

"Ini akan membuat PLN dengan pelangganya semakin dekat, dimanapun dann kapan pun," kata Ikhsan, di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Menurut Ikhsan, atas peran contac center yang besar tersebut, rencananya PLN akan meningkatkan pelayanannya dengan menggandeng contact center perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain. Dengan begitu masyarakat bisa semakin mudah mendapat informasi mengenai kelistrikan.

"Kerja sama ini akan kita lakukan dalam rangka meningkatkan layanan sehingga bisa di-divert ke sana jika terjadi black out,” tuturnya..

 

3 dari 4 halaman

Jaminan Kepastian Pemadaman

Ikhsan melanjutkan, contact center PLN ke depan juga harus mampu memberikan jaminan berapala listrik padam di suatu wilayah. Untuk itu PLN akan memperbaruhi teknologi agar informasi pemadaman listrik bisa dikeluarkan secara detail.

"Contact center itu kan seperti robot. Kita akan buat lebih humanis. Selain itu juga akan ada lebih detail mengenai jaminan lama padam," ujarnya.

Layanan pusat informasi PLN pun mendapat perhatian internasional, sebanyak 50 orang perwakilan Contact Center Asia Pacific (CC-APAC) dan Pengurus Indonesia Contact Center Association (ICCA), mengunjungi Contact Center PLN 123 (CC PLN 123) di Gedung Kantor PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya(8/9/2019).

Hadir dari CC-APAC sejumlah perwakilan anggota CC-APAC yang merupakan asosiasi Contact Center dari negara-negara Asia Pasifik seperti HKCCA (Hong Kong), CCAS (Singapura), CNCCA (China), TCCTA (Thailand), TCCDA (Taiwan), AUSCONTACT (Australia), IGS (Malaysia), Kasikornbank Public Company Limited (Thailand), Krungthai-AXA Life Insurence Public Co. Ltd (Thailand), Roojai Company Limited (Thailand), BOC Services Company Limited (China), Xiamoi Communications Co. Ltd (China), ICBC Cloud Banking (China), XC Lab (India), DBS Bank LTD DBS BusinessCare (Singapura), XIAOI (China), ICCA (Indonesia), dan Telexindo (Indonesia). 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Subsidi Turun, PLN Belum Tentukan Tarif Listrik Baru
Artikel Selanjutnya
PLN Ingin Harga Gas untuk Pembangkit Listrik Lebih Murah