Sukses

Harga Emas Turun di Tengah Kekhawatiran Resesi Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas jatuh pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta) di tengah sedikit pemulihan di pasar ekuitas dan imbal hasil treasury. Namun demikian, harga emas masih berada di jalur untuk kenaikan bulanan keempat berturut-turut karena kekhawatiran resesi ekonomi global dan ketidakpastian hubungan perdagangan AS-China yang mendorong investor ke tempat yang aman.

Dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD 1.520,40 per ounce, akan tetapi telah naik 7,4 persen bulan ini. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup turun 0,5 persen pada USD 1.529,40.

Analis Logam Mulia di Standard Chartered Bank, Suki Cooper mengatakan, saat ini pasar tengah menunggu berita di bidang perdagangan.

"Saat ini, pasar emas difokuskan pada dampak dalam hal pertumbuhan global dan apakah kita akan terus melihat bank sentral di seluruh dunia mengurangi kebijakan moneter," kata dia.

Tim perunding perdagangan China dan AS mempertahankan komunikasi yang efektif, sehari setelah kedua belah pihak membahas putaran perundingan langsung berikutnya pada September, kata Kementerian Luar negeri China.

Pada Kamis kemarin, kementerian perdagangan Cina mengatakan putaran pertemuan September sedang dibahas oleh kedua belah pihak, namun penting bagi Washington (AS) untuk membatalkan kenaikan tarif.

Tanda-tanda positif di front perdagangan juga mengangkat saham dunia ke level tertinggi dalam satu minggu, namun membatasi kenaikan harga emas.

"Emas akan memiliki beta yang sangat tinggi untuk setiap pengurangan ketegangan perdagangan mengingat bahwa mereka telah mendorong begitu banyak rally," tulis analis OANDA Jeffrey Halley dalam sebuah catatan.

 

 

2 dari 3 halaman

Perang Dagang AS-China

Eskalasi dalam perang dagang antara ekonomi terbesar dunia dan kekhawatiran yang meningkat atas penurunan ekonomi global berkontribusi pada kenaikan lebih dari USD 100 untuk harga emas di Agustus ini.

Inversi terbaru dari kurva imbal hasil A.S., di mana imbal hasil jangka pendek berjalan di atas yang bertanggal lama, juga telah membuat para investor resah karena sering mendahului resesi.

Sementara itu, Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa secara luas diperkirakan akan menurunkan suku bunga bulan depan untuk merangsang ekonomi mereka.

Sementara itu, konsumen di pusat-pusat Asia menjual kepemilikan emas fisik minggu ini untuk mendapatkan uang dengan harga tinggi, dengan banyak yang memilih perak yang lebih murah.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Antam Naik Rp 1.000 per Gram
Artikel Selanjutnya
Kesepakatan AS-China Tak Kunjung Terjadi, Harga Emas Kembali Melonjak