Sukses

Melihat Laju Saham BCA Selama 2009-2019

Liputan6.com, Jakarta - Kapitalisasi pasar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 683 triliun pada Selasa 22 Januari 2019. Kapitalisasi pasar itu tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kapitalisasi pasar saham BCA yang meningkat itu didorong harga saham BCA yang menguat. Berdasarkan data RTI, saham BCA naik 0,99 persen ke posisi Rp 28.000 per saham. Harga saham BCA tersebut merupakan level tertinggi dalam lima tahun. Bahkan paling tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Pada 22 Januari 2019, saham BCA sempat berada di level tertinggi 28.100 dan terendah 27.250 per saham.

Bila kembali melihat 10 tahun lalu pada 22 Januari 2009, saham BCA sempat berada di level tertinggi 2.825 per saham dan terendah 2.700 per saham. Pada penutupan perdagangan saham 22 Januari 2009 di posisi 2.750 per saham.

Jika dihitung selama 10 tahun terakhir, saham BCA melonjak 918,18 persen dari posisi 2.750 per saham menjadi 28.000 per saham pada 22 Januari 2019.

Liputan6.com pun merangkum gerak saham BCA selama periode 2009-2019, yang dikutip berdasar data RTI, berikut rangkumannya:

1.2009

Pada 2009, saham BCA sempat berada di level tertinggi 5.500 per saham dan terendah 2.275 per saham. Pada penutupan perdagangan 2009, saham BCA berada di posisi 4.850. Jadi sepanjang 2009, saham BCA naik 49,23 persen. Volume perdagangan tercatat 5.664.967 saham. Nilai transaksi Rp 20,9 triliun dengan frekuensi perdagangan 205.084 kali.

2. 2010

Saham BCA naik 31,96 persen ke posisi 6.400 per saham pada 2010. Saham BCA sempat berada di level tertinggi 7.200 dan terendah 4.425 per saham. Nilai transaksi Rp 25,3 triliun. Total frekuensi 207.215 kali.

3. 2011

Pertumbuhan saham BCA cenderung menyusut. Saham BCA hanya tumbuh 25 persen ke posisi 8.000 pada 2011. Saham BCA sempat berada di level tertinggi 8.850 per saham dan terendah 5.300 per saham. Nilai transaksi Rp 26,6 triliun.

4. 2012

Saham BCA hanya tumbuh 13,75 persen sepanjang 2012. Saham BCA sempat berada di posisi tertinggi 9.500 dan terendah 9.100 per saham. Total frekuensi perdagangan 240.956 kali dengan nilai transaksi Rp 29,8 triliun.

5. 2013

Sepanjang 2013, saham BCA tumbuh melempen. Saham BCA hanya naik 5,49 persen ke posisi 9.600 per saham. Saham BCA sempat berada di level tertinggi 12.500 dan terendah 8.450 per saham. Nilai transaksi harian saham Rp 39,8 triliun. Total frekuensi harian saham 370.064 kali.

 

2 dari 2 halaman

2014-2019

6. 2014

Saham BCA pun kembali bangkit pada 2014. Saham BCA melonjak 36,72 persen ke posisi 13.125 per saham. Saham BCA sempat berada di level tertinggi 13.575 dan terendah 9.250 per saham. Nilai transaksi harian saham Rp 51,8 triliun. Total frekuensi perdagangan 651.272 kali.

7. 2015

Saham BCA pun kembali melempem pada 2015. Saham BCA hanya naik terbatas 1,33 persen ke posisi 13.300 per saham. Saham BCA sempat berada di level tertinggi 15.600 dan terendah 11.000 saham. Nilai transaksi mencapai Rp 61 triliun.

8. 2016

Pertumbuhan saham BCA kembali double digit. Saham BCA meroket ke posisi 15.500 per saham dengan pertumbuhan 16,54 persen. Saham BCA sempat berada di level tertinggi 16.200 dan terendah 12.625 per saham. Nilai transaksi harian saham Rp 263,9 triliun. Total frekuensi perdagangan saham 980.756 kali.

9. 2017

Saham BCA makin melesat pada 2017. Saham BCA bertumbuh 41,29 persen ke posisi 21.900 per saham. Saham BCA sempat berada di level tertinggi 22.750 dan terendah 14.950 per saham. Nilai transaksi Rp 130,3 triliun. Total frekuensi mencapai 1.072.690.

10. 2018

Saham BCA masih mencatatkan pertumbuhan. Namun, saham BCA hanya naik 18,72 persen ke posisi 26.000 per saham. Saham BCA sempat berada di level tertinggi 26.975 per saham dan terendah 20.600 per saham. Nilai transaksi Rp 113,4 triliun. Total frekuensi perdagangan saham 1.421.975 kali.

11. Tahun berjalan 2019

Saham BCA menguat 5,77 persen ke posisi 27.500 per saham pada Rabu 23 Januari 2019. Saham BCA sempat berada di level tertinggi 28.100 dan terendah 25.575 per saham.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Tarif Resmi Ojek Online Rp1850-2600 per Kilometer
Loading
Artikel Selanjutnya
Kapitalisasi Pasar Saham BCA Tembus Rp 683 Triliun