Sukses

Bus Wisata yang Tak Jalankan Ramp Check Dilarang Operasi

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengingatkan masyarakat khususnya para pengemudi mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) sebelum memutuskan mudik ke kampung halaman masing-masing.

Pesan tersebut ia sampaikan saat melepas 2.500 pemudik ke 5 kota di Indonesia dalam program Pelepasan Mudik Gratis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) jelang Natal dan Tahun (Nataru) 2018. Kota-kota itu antara lain ialah Solo, Boyolali, Semarang, Malang dan juga Jogja.

"Jadi saya sampaikan kepada bus wisata yang tidak melakukan ramp check, kami minta untuk tidak beroperasi. Apabila ketahuan beroperasi, saya minta kepada pihak kepolisian untuk memberhentikan kendaraan," ucapnya pagi hari ini di Monas, Jakarta, Sabtu (22/12/2018).

Selain mengimbau kepada para pengemudi, Budi juga mengingatkan kepada setiap orang yang melakukan mudik agar hati-hati memilih moda transportasi.

"Kepada pelancong wisata, jangan gunakan bus yang tidak melakukan ramp check. Dan jangan pakai supir tembak. Kami peringatkan ini kepada operator bus pariwisata," ujarnya.

Ia pun menyarankan agar para pemudik tahun ini dapat memanfaatkan usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ketika melakukan pemberhentian di kota-kota besar ditengah perjalanan mudik jelang akhir tahun.

"Saya juga ingatkan di kota-kota Jawa Tengah itu banyak sekali jajanan. Kuliner kita itu sangat membanggakan karena makanan daerah kita enak-enak sekali. Di sepanjang jalan tol itu banyak sekali UMKM. Dengan kalian berhenti, makan kearifan lokal, itu bisa tingkatkan ekonomi daerah. Jadi alhamdulilah kesiapan mudik Nataru tahun ini aman dan baik," tandasnya.

2 dari 3 halaman

6.092 Bus Tak Lulus Ramp Check untuk Angkutan Libur Akhir Tahun

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan ramp check terhadap 27.332 bus hingga hari ini. Pengujian sebagai upaya otoritas untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru 2019.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan belum seluruh bus dari jumlah tersebut menjalani ramp check. Adapun total bus yang harus melalui ramp check sebanyak 49 ribu unit, yang terdiri dari bus umum hingga bus pariwisata.

"Jadi itu masih 65 persen, kita masih ada waktu hingga tanggal 20," kata Budi di kantornya, Selasa (18/12/2018). 

Sementara dari 27.332 bus yang menjalani ramp check, sebanyak 6.092 unit dinyatakan tidak lolos. Ini karena berbagai masalah mulai yang berskala minor hingga harus menjalani perbaikan besar.

"Yang tidak lulus kita kembalikan dan saya minta diperbaiki. Begitu diperbaiki akan dilakakan ramp cek lagi," tegas Budi.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan bersama dengan Korlantas Polri dan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempersiapkan berbagai hal dalam menjaga kelancaran arus mudik libur Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru).

Ada yang berbeda dengan arus mudik libur akhir tahun kali ini, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, para pemudik bakal dimanjakan dengan jalan tol Trans Jawa yang diperkirakan mulai bisa dioperasikan akhir tahun ini.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, seiring beroperasinya jalan tol Trans Jawa ini, maka potensi para pemudik untuk menggunakan kendaraan pribadi cukup tinggi.

"Oleh karena itu kita akan lakukan beberapa pola operasi seperti pembatasan truk, penggiliran flow krle arah timur dan lain sebagainya. Selain itu para pemudik juga harus pastikan kondisi kendaraan seperti rem dan segalanya," himbau Budi Karya, Senin (10/12/2018).

Dia juga meminta kepada para pemudik untuk mengantisipasi puncak-puncak arus mudik pada libur akhir tahun kali ini.

Untuk libur Natal, diperkirakan puncak arus mudik akan jatuh pada 23 Desember 2018. "Kalau untuk tahun baru pada 28 Desember 2018. Jadi ini perlu kita antisipasi," tegas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: