Sukses

Garuda Indonesia dan Citilink Hadirkan Wifi Gratis di Penerbangan

Liputan6.com, Jakarta - Grup Garuda Indonesia menggandeng PT Mahata Aero Teknologi menyediakan fasilitas free wifi di pesawat untuk penerbangan domestik. Fasilitas baru ini bisa dinikmati mulai 2019 dan dilakukan secara bertahap.

Perwakilan Grup Garuda Indonesia sekaligus Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo mengatakan, fasilitas yang disebut free inflight connectivity ini merupakan upaya Grup Garuda Indonesia untuk memenuhi kebutuhan penumpang di era digital.

Selain itu, tentu fasilitas ini merupakan terobosan layanan Garuda Indonesia dan Citilink menghadapi persaingan bisnis maskapai ke depan di Tanah Air.

"In flight wifi ini adalah yang pertama di Indonesia. Kami memberikan layanan Internet secara gratis selama penerbangan domestik," kata dia dalam acara soft launching layanan free wifi Garuda Indonesia Group di kantornya, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Persaingan yang ketat di industri penerbangan Indonesia saat ini kian menuntut perusahaan untuk memiliki visi teknologi. Tentunya, upaya ini dalam rangka mengoptimalkan layanan bisnis Grup Garuda Indonesia dan mempertahankan loyalitas kepada pelanggan.

"Tidak hanya untuk memperkuat pasar yang sudah ada, tapi Inflight wifi gratis ini ditujukan untuk mengaktivasi pasar baru yang belum tersentuh, seperti para milenial yang sering bepergian," ujar dia.

Sebagai informasi, pada 2013, Garuda Indonesia telah menyediakan layanan WiFi pada seluruh armada B777-300ER dan beberapa pesawat tipe Airbus A330 Garuda Indonesia yang melayani rute penerbangan internasional.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

 

2 dari 2 halaman

Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Kepulauan Nias

Sebelumnya, mulai besok, Garuda Indonesia buka penerbangan langsung dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang ke Bandara Binaka Gunung Sitoli, Kepulauan Nias.

Armada CRJ Bombardier 1000 Next-Gen diterjunkan untuk mengangkut 96 penumpang sekali terbang.  Untuk tahap awal, ada tiga kali penerbangan ditiap minggunya. "Setiap Selasa, Kamis dan Sabtu," ujar Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah, saat ditemui pada acara penandatanganan kerja sama operasional layanan penerbangan Jakarta-Nias, di kantor PT Garuda Indonesia Tbk, Rabu 14 November 2018.

Garuda Indonesia juga menargetkan tingkat keterisian kursi penumpang mencapai 70 persen untuk sekali perjalanan. Bila minat terus meningkat, jumlah penerbangan akan ditambah menjadi enam kali seminggu. 

"Penerbangannya dari Jakarta akan berangkat pukul 07.35 Wib, dan sampai di Nias pukul 09.55 Wib atau selama 2 jam 20 menit," ujar Pikri. 

Lalu untuk rute sebaliknya, Nias-Jakarta akan transit di Padang. Pesawat akan diberangkatkan pukul 10.50 Wib, tiba di Padang 12.00 Wib dan diberangkatkan kembali ke Jakarta pukul 12.50 Wib. 

Pikri pun memastikan, tarif tiket yang dikenakan sudah sesuai dengan tarif atas dan tarif bawah dari Kementerian Perhubungan. Yakni mulai dari Rp 1.4 juta untuk sekali perjalanan. 

Dengan begini, pangsa pasar utama yakni dari turis asing, bisa digaet dengan mudah. "Kalau dikurskan ke dolar sekali berangkat itu kurang dari USD 100 atau sekitar USD 90, itu sangat murah bagi mereka," kata dia. 

Ke depannya, Pikri mengatakan, CRJ Bombardier 1000 Next-Gen ini akan dibuat kelas ekonomi dan bisnis. 12 kursi bisnis dan sisanya untuk kelas ekonomi. 

Garuda Indonesia pun dari jauh-jauh hari sudah mensosialisasikan di seluruh bandara termasuk yang di internasional, bila ingin ke Nias dari Amsterdam, Jepang, atau negara manapun dengan rute Garuda, bisa langsung ke Nias melalui Jakarta tanpa transit. 

"Dengan begini, target Presiden Jokowi untuk mendatangkan 20 juta turis asing bisa terwujud," ujar dia. 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Garuda Indonesia Ambil Alih Pengelolaan Operasional Sriwijaya Air
Artikel Selanjutnya
Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Kepulauan Nias