Sukses

Wall Street Melemah Bikin Harga Emas Menguat

Liputan6.com, New York - Harga emas menguat didorong sentimen bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang turun tajam. Hal itu dipicu kenaikan imbal hasil obligasi atau surat utang. Namun, kenaikan imbal hasil itu batasi kenaikan harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik 0,2 persen atau USD 1,9 ke posisi USD 1.193,40 per ounce. Harga perak untuk pengiriman Desember melemah 0,5 persen ke posisi USD 14.326 per ounce.

Indeks dolar AS turun 0,2 persen ke posisi 95,45 meski pun kenaikan indeks dolar AS hampir empat persen sepanjang 2018. Hal itu menekan harga emas turun hampir 9 persen dalam setahun.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik tiga basis poin ke posisi 3,23 persen. "Harga emas stabil dalam kisaran sempit karena dolar AS melemah dari posisi tertingginya dalam tujuh minggu. Dolar AS tetap kuat didukung data ekonomi dan harapan kenaikan suku bunga," ujar Wakil Presiden Direktur Oanda, Dean Popplewell, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (11/10/2018).

 

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

The Federal Reserve telah menaikkan tingkat bunga sebanyak tiga kali pada 2018. Diperkirakan menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya pada Desember, serta melanjutkan tren pengetatan pada 2019.

Logam mulia sering digunakan untuk aset dipegang sementara oleh investor. Harga logam mulia rentan melemah dipengaruhi sentimen terutama suku bunga.

Suku bunga cenderung mengangkat dolar AS dan meredupkan daya tarik emas. Selain itu, pasar saham juga rentan tertekan seiring imbal hasil obligasi yang meningkat.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Live Streaming Emtek Goes To Campus 2018 di Yogyakarta

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Wall Street Anjlok Imbas Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Antam Lebih Mahal Rp 1.000 per Gram