Sukses

Menko Luhut Ngeri Lihat 340 Ribu Ton Limbah Dibuang ke Citarum

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani sampah dan pencemaran lingkungan. Salah satu masalah lingkungan yang membuat dia miris adalah pencemaran yang terjadi di Sungai Citarum, Jawa Barat.

"Saya sangat ngeri malah jadinya. Ikan yang di sana sudah heavy poluted. Sudah tidak layak makan. Kalau generasi yang akan datang makan itu, nanti anaknya stunting. Apa kita mau ini," ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Sebanyak 340 ribu ton limbah yang berasal dari 3.400 industri dibuang ke Citarum setiap hari. "Bagaimana tidak rusak? Mati kita kalau begitu," tegas dia.

Dia mengatakan pemerintah tidak akan segan menindak pelaku industri yang terbukti turut berkontribusi pada pencemaran Citarum.

"Kita tindak, tapi kita cari equilibrium-nya. Jangan sampai tutup ada lay off lagi karyawannya," ujar mantan Menko Polhukam ini.

Pemerintah, kata dia, amat serius menangani sampah, mulai dari bantaran sungai hingga wilayah laut. Sebab, hampir 80 persen sampah yang kemudian mengotori laut dibawa oleh aliran sungai.

"Jadi, orang bilang kenapa Pak Luhut ngurusin Citarum, memang harus hulu ke hilir, jadi kita bikin satu tim," katanya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Luhut Minta Kepala Daerah Tak Wariskan Sampah

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepala daerah serius menangani masalah sampah di wilayah masing-masing.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini mengatakan, penanganan sampah yang baik merupakan salah satu warisan positif yang dapat ditinggalkan saat berakhir masa jabatan.

"Saya mohon bapak-bapak wali kota lihat, bapak jadi wali kota, bapak punya legacy apa sih? Suatu saat bapak akan berakhir juga kan, sama seperti saya. Setiap orang pasti ingin ada legacy," ungkapnya dalam Rakor Penanganan Sampah, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (7/8/2018). 

Dia pun meminta segenap pemerintah daerah untuk tidak segan-segan belajar dari keberhasilan penanganan sampah di daerah lain. Dengan demikian, upaya menangani sampah dapat menjadi gerakan nasional.

"Seperti Wali Kota Banjarmasin, legacy-nya (penanganan) sampah. Coba Anda ke Banjarmasin sekarang. Bisa disiplin masyarakat. Semua diatur," tegasnya.

"Kita sadar juga bahwa kalau kita disiplin soal sampah ini, itu mendisiplinkan bangsa ini. Sampah ini musuh bersama, enggak ada suku, bangsa, agama, kaya miskin. Saya challenge bapak-bapak wali kota, ayo kita kerjakan," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

TWICE dan Isyana Masuk Daftar Forbes Sosok Berpengaruh
Loading